SAMARINDA-(TribunOlahraga.com)

Pernikahan putri Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB.PJSI), Achmad Husry, Shella dengan pria idamannya Fadly di Samarinda, Kaltim, Sabtu, (7/3) lalu ternyata menjadi momentum bersejarah bagi insan judo Indonesia.

Tidak berlebihan, momentum tersebut bisa mempertemukan Indonesia Judo Community (IJC) dengan PB.PJSI. Dari IJC hampir semua pentolannya hadir termasuk Ketua Umumnya Arnold Silalahi, Komisaris Utama Raymond Rochilli, Kepala Media-Humas Aji Kusmantri.

Sementara dari PB.PJSI hadir Sekjen, Mayjen TNI (Purn) Bachtiar. Legenda hidup judo Indonesia Krisna Bayu juga tampak hadir dalam acara yang dikonotasikan reuni para insan judo Indonesia.

Seperti sudah pernah diberitakan sebelumnya mulai dari proses akad nikah hingga resepsi pernikahan, berbagai tokoh mulai dari olahraga hingga pemerintahan hadir. Maklum Achmad Husry selain dikenal sebagai tokoh dan pembina olahraga khususnya judo juga adalah pengusaha.

Kesahajaannya membuat Achmad Husry sangat dikenal dan dekat dengan siapa saja. Achmad Husry adalah sosok pembina yang mengedepankan hati ketimbang egonya. ”Ya itu bisa dilihat dari kehadiran para tokoh dari berbagai kalangan, mungkin kalau bukan pesta pernikahan putri beliau, pertemuan IJC dan PJSI belum tentu terjadi,”kata Aji Kusmantri.

Sayangnya, lanjut Aji, Ketua Umum PB.PJSI Jenderal TNI (Purn) Mulyono berhalangan hadir.”Jika Pak Ketua Umum PB.PJSI hadir, momentum pertemuan tadi jauh lebih bermakna dan sangat indah,”tambahnya.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa hubungan IJC dan PJSI selama ini terkesan kurang harmonis. IJC yang nota bene berperan aktif dalam membangun judo akar rumput (pembinaan usia muda) kerap dianggap sebagai ”benalu” oleh beberapa oknum pengurus PJSI.Gambar mungkin berisi: 16 orang, termasuk Krisna Bayu, Arnold Thow Iya, dan Henri Yuzano

Padahal jika keduanya bersatu padu membangun judo Indonesia ke depan, bukan mustahil prestasi judo nasional akan jauh lebih cemerlang. Untuk melahirkan judoka sekaliber Krisna Bayu bahkan mungkin lebih hebat dari Krisna Bayu bukan isapan jempol.

Hal itupun diakui Raymond Rochilli. Menurut dia, jika judo Indonesia bisa berjaya kembali minimal disegani di kawasan Asia Tenggara dan diperhitungkan di level Asia tak ada jalan lain kecuali semua insan judo Indonesia bersatu.

”Kita semua harus mau menanggalkan ego masing-masing, semua yang kita lakukan demi merah putih. Dan saya yakin PJSI dan IJC punya keinginan dan tekad yang sama,”kata Raymond, mantan judoka nasional era 1970-an itu. TOR-10

TINGGALKAN KOMENTAR