Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman bersalam komando dengan Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano

 

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Gebrakan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) menggelar Equestrian Champions League (ECL) 2020 mendapat apresiasi. Bahkan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman berharap kompetisi olahraga ketangkasan berkuda ini bisa diikuti cabang-cabang olahraga lainnya.

“Equestrian Champions League yang baru pertama kali digelar PP Pordasi ini akan berlangsung enam seri. Berlangsung secara berkesinambungan sehingga sangat baik untuk pembinaan prestasi. Dengan bertanding secara konsiten maka prestasi para atlet akan lebih terukur,” ujar Marciano di sela-sela berlangsungnya ECL 2020 seri II di APM Equestrian Centre, Tangerang, Banten, Minggu (8/3/2020).

Melihat arti penting itu maka mantan Kepala BIN itu berharap ECL bisa diikuti cabang-cabang olahraga lainnya yang belum mempunyai agenda kompetisi berkesinambungan. Dia menyebutkan, cabor yang sudah mempunyai agenda kompetisi dengan label liga bisa dihitung dengan jari seperti sepakbola, bulutangkis, basket,  voli, bridge dan catur. Dalam kompetisi ini para atlet terus bertanding sehingga makin terasah prestasinya.

“Prestasi akan naik. Selain itu juga menggerakkan komponen lainnya sehingga olahraga itu bisa menjadi industri,” kata Marciano yang didampingi Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno.

Langkah Pordasi mewujudkan ECL sejak Februari lalu, ucap Marciano, juga bisa memacu komisi equestrian bisa makin mendapat perhatian daerah-daerah untuk melebarkan pembinaan. Selain itu komisi-komisi lain seperti pacu, polo, dan peternakan juga perlu mendapat perhatian daerah-daerah.

“Sesuai dengan perencanaan dalam membenahi organisasi maka Pordasi akan memperhatikan secara merata pembinaan lima komisi yang ada. Terutama di daerah-daerah. Apalagi beberapa daerah sudah siap dan antusias membentuk komisi-komisi yang ada di Pordasi,” ujar Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano.

Menyinggung tentang pelaksaan ECL, Triwatty mengaku bangga karena ada peningkatan peserta pada seri II kali ini dibandingkan seri I yang berlangsung di Pulomas, Jakarta, Februari lalu. Apalagi banyak rider-rider muda berpotensi yang tampil. Karena itu dia optimistis ECL ini akan bisa dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan.

“Tahun depan saya harap akan lebih banyak lagi pesertanya. Daerah yang tampil juga makin merata karena sekarang sudah banyak daerah yang siap untuk membina equestrian selain pacu. Mudah-mudahan ECL yang mulai digulirkan sebanyak enam seri ini tahun ini bisa makin menggairahkan pembinaan dan prestasi olahraga berkuda di Tanah Air,” ucapnya.

Dengan demikian, ujarnya, ECL benar-benar bisa menjadi tolok ukur tentang pengembangan dan pembinaan olahraga berkuda, khususnya komisi equestrian. Pordasi akan memiliki data prestasi para rider yang nantinya bisa ditampilkan sebagai andalan Indonesia di kejuaraan internasional. “Melihat gairah yang ada sekarang, saya optimistis olahraga berkuda bisa menjadi andalan Indonesia,” katanya. TOR-10

TINGGALKAN KOMENTAR