JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Berita meninggalnya Bob Hasan pada Selasa, (31/3) kemarin kontan membuat berbagai kalangan berduka. Bukan hanya masyarakat olahraga, kalangan politisi dan pengusaha pun merasa kehilangan.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri dan dalam ruangan

Jasa Bob Hasan begitu besar sampai-sampai pemerintah pun menawarkan pelepasan jenazah pria yang wafat pada usia 89 tahun itu dilakukan secara militer. Namun pihak keluarga menolak.

Menurut keterangan mantan atlet marathon putri andalan Indonesia, Maria Lawalata yang pada Selasa, (31/3) kemarin malam berkesempatan melayat ke rumah duka, pemerintah sempat menawarkan kepada keluarga agar pelepasan jenazah Bob Hasan dilakukan secara militer.

”Namun pihak keluarga keberatan dan lebih memilih pelepasan jenazah Pak Bob Hasan dilakukan secara biasa-biasa saja. Yang menggotong peti jenazah pun diambil dari para atlet dan mantan atlet atletik sebagai penghormatan terakhir buat beliau,”kata Maria Lawalata yang mengaku tak mampu membendung air mata kesedihannya itu.

Maria bersama sang suami Sunyoto ikut melayat ke rumah duka di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Di sana peraih medali emas penentu kontingen Indonesia mempertahankan juara umum SEA Games 1991 Manila, Filipina itu bertemu dengan mantan raja jalanan Indonesia, Ali Sofyan Siregar dan rekannya sesama atlet marathon, Ice Magdalena.

Maria kemudian menggambarkan meski masih dalam kondisi darurat karena virus COVID-19, para pelayat tak henti-hentinya datang ke rumah duka.”Memang sangat dibatasi karena Corona. Namun itu tak menghalangi para pelayat untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergiaan sosok pembina olahraga khususnya atletik,”tambahnya.

Menurut rencana pagi ini jenazah Bob Hasan akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta menuju Unggaran, Jateng. Ketua Umum PB.PASI 8 periode dan pernah memimpin PB.Persani, Percasi dan PABBSI itu akan dimakamkan di dekat makam bapak angkatnya, Jenderal Gatot Subroto. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR