Supriati Sutono Sebut Sulit Menemukan Sosok Pembina Sekelas Bos Hasan

Supriati Sutono Sebut Sulit Menemukan Sosok Pembina Sekelas Bos Hasan

173
0

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Bagi Supriati Sutono, sosok Bob Hasan adalah lebih dari segalanya. Bob Hasan bukan sekedar menjadi bapak tetapi juga menjadi guru sekaligus teman berdiskusi terutama terkiat dengan dunia atletik.Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang berdiri

Kepergian Bob Hasan selama-lamanya sangat dirasakan oleh Supriati Sutono.”Saya kira tak berlebihan bila disebut bahwa Pak Bob adalah sosok pembina yang seakan tak tergantikan. Sulit menemukan sosok pembina seperti sekelas Bob Hasan,”kata peraih medali emas nomor lari 5000 meter Asian Games 1998 Bangkok, Thailand itu saat dihubungi TribunOlahraga.com, Rabu, (1/4) pagi di Bandung, Jabar.

Supriati pun kemudian menceritakan sedikit ikhwal perjalananya ikut Asian Games ke-13 di Bangkok, Thailand yang menurutnya penuh dengan kejutan. Menurut Supri, dirinya hampir tak bisa ikut Asian Games 1998 tersebut karena memang tidak masuk dalam kontingen Indonesia.

KONI Pusat sebagai pemegang kendali kontingen memang menilai peluang atletik mendapatkan medali di Asian Games 1998 itu sangat kecil kalau tak mau dikatakan tak mungkin.

”Namun Pak Bob selaku Ketua Umum PB.PASI tetap memberangkatkan saya meski biaya ditanggung sendiri. Alasan utama Pak Bob, saya diberi kesempatan menimba pengalaman dan bisa berloma dengan atlet kelas dunia dari belahan Asia. Pak Bob sadar lawan yang saya hadapi di sana juga sudah kelas dunia, pemegang rekor dunia, Wang Junnai dari Cina dengan catatan waktu 14 menit, 28 detik,”ujar wanita kelahiran Cilacap, 24 Juni 1972 itu.

Dalam posisi tidak diperhitungkan itulah yang membuat semangat Supriati Sutono membara. Ia ingin membuktikan kepada KONI Pusat bahwa dirinya bisa bersaing dan mampu memberikan prestasi membanggakan.

Dan fakta membuktikan, pada hari Jumat, 18 Desember 1998 itu Supriati Sutono membuat sejarah dengan merebut medali emas nomor lari 5000 meter. Supri begitu ibu satu anak itu disapa mencatat waktu 14 menit,54,45 detik dan hanya unggul sedikit dari pelari India, Sunita Rani.

Berkat medali emas Supriati Sutono itulah posisi kontingen Indonesia yang semula bertengger di urutan 12 melonjak ke peringkat 6.”Alhamdulillah saya bisa membayar lunas pengorbanan Pak Bob Hasan yang siap memberangkatkan dan membiayai keberangkatan saya ke Asian Games 1998 itu,”tutur suami dari Suaynto ini.

Mendengar khabar Bob Hasan meninggal dunia pada Selasa, (31/3) kemarin perasaan Supriati sedih tak kepalang. Karena seperti diutarkan di atas tadi, sosok Bob Hasan seakan tak tergantikan di atletik Indonesia. ”Pak Bob Hasan, is the best,”tambahnya.

Siapa pun pasti sangat kehilangan atas kepergian Ketua Umum PB PASI 8 periode itu. Dedikasi Bob Hasan untuk atletik Indonesia sulit ditandingi oleh siapa pun. Selama 40 tahun, waktu, tenaga dan uangnya sudah dihabiskan hanya untuk pembangunan atletik Indonesia.

Bob Hasan yang menjabat Ketua Umum PB PASI sejak 1976 itu meninggal dunia dalam usia 89 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker dan paru-paru yang dideritanya.

Bob akan dimakamkan di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (1/4). Sebelum ditempatkan di peristirahatan terakhirnya, almarhum Bob Hasan akan terlebih dulu disemayamkan di rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR