JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Olahraga Indpnesia kembali dirundung duka yang amat mendalam. Johan Edward Williams (IEW) atau lebih dikenal dengan sapaan Jootje Gosal pada Kamis, (30/4/2020) pukul 17.45 Wita menghembuskan nafas terakhir di kampung halamannya, Tataaran Tondano Minahasa, Sulawesi Utara.Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang berdiri

Jootje Gosal yang dilahirkan di Pontianak, Kalbar, 16 Maret 1936 itu meninggal dalam usia 84 tahun, 1 bulan 1 hari. Pemegang rekornas lari 100 meter bersama Mohamad Sarengat itu meninggalkan dua orang anak hasil perkawinannya dengan seorang wanita , Maud Ranti.

Selama menjadi atlet, Jootje Gosal tercatat dua kali ikut Olimpiade yakni 1956 Melbourne, Australia dan 1960 Roma, Italia. Sebetulnya, Jootje Gosal tercatat tiga kali ambil bagian dalam pesta olahraga terbesar di jagat raya itu namun pada Olimpiade 1964 Tokyo, Jepang, kontingen Indonesia dilarang tampil karena ikut menggelar Ganefo pada tabun 1963.

Kontingen Indonesia termasuk Jootje Gosal yang sudah berada di Tokyo, Jepang terpaksa hanya jalan-jalan. Catatan terbaik Jootje Gosal adalah 10,03 yang dibuatnya di Chicago, Amerika Serikat.

Setelah pensiun sebagai atlet. Jootje Gosal mendapat kepercayaan sebagai pelatih tim nasional. Sejumlah sprinter top Indonesia era 1970-an hingga 1980-an seperti Purnomo Mohammad Yudhi, Christian Nenepaath, Kardiono dan Ernawan Witarsa adalah polesan tangan dingin Jootje Gosal.

Ia pun kemudian menjadi pengurus di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) sebagai litbang. Dalam kepengurusan KONI Pusat pun, tenaga dan pikiran Jootje Gosal masih dimanfaatkan.

KONI DKI juga kerapkali memanfaatkan pengalaman Jootje Gosal sebagai konsultan tim PON 2012 Pekanbaru, Riau. Seiring dengan bertambahnya usia, Jootje Gosal sejak 2013 memilih kembali ke kampung halamannya di Tondano, Minahasa, Sulut. Dan pria yang pernah menjabat Ketua Harian KONI Sulut era 1980-an itu menghembuskan nafas terakhir di kampung leluhurnya.

Selamat jalan Om Jootje Gosal, semoga Tuhan mengampuni segala dosa dan khilafmu, amiin. (Suharto Olii)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR