HARRY Kane telah membuat hati banyak orang berkeping-keping. Ketika cinta dan harapan diletakkan di kepala dan kakinya, ia mengubah hati yang semula berbunga-bunga, seketika dengan air mata. “Ini sangat menyakitkan,” kata Kane.

Apa pun kata kapten tim nasional Inggris itu dan, pada siapa dia berpihak, “The Three Lions” telah gagal – Inggris juara dunia pada 1966 – dan sangat mengecewakan.

Menjelang subuh dini hari tadi, saya meninggalkan arena nonton bareng bersama kawan-kawan, membawa perasaan yang biasa-biasa saja dengan ikut memahami pertimbangan batin (hati) atas sesuatu yang bernama sepak bola yang, telah menguras dan bahkan mengaduk-aduk jutaan orang Inggris dan pendukung fanatik pasukan Gareth Southgate.

Pada akhirnya sepak bola adalah segalanya; semua hal yang ada, kebalikan dari ketiadaan, tanpa batasan, everything.

Sepak bola yang menyenangkan bisa menjadi kesedihan dan kepedihan orang-orang yang mencintainya.Sepak bola telah “membunuh” perasaan.(Coretan Yon Moeis, Wartawan Olahraga Senior, Peliput Sepa Bola, 12 Juli 2018)

TINGGALKAN KOMENTAR