JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

NAOMI Osaka, yang baru saja merebut gelar Grand Slam ketiganya di US Open 2020 pada 12 September, menyatakan mundur dari Prancis Terbuka mendatang karena cedera hamstring kemarin.

“Sayangnya saya tidak bisa bermain di Prancis Terbuka tahun ini,” kata Osaka dalam postingan di Instagram dan Twitter. “Hamstring saya masih sakit jadi saya tidak punya cukup waktu untuk bersiap menghadapi tanah liat – kedua turnamen ini terlalu dekat satu sama lain untuk saya tahun ini.”

Prancis Terbuka akan dimulai pada 27 September di Roland Garros, dijadwalkan ulang dari awal tahun karena pandemi virus corona.

Osaka bangkit dari ketinggalan satu set untuk mengalahkan Victoria Azarenka 1-6, 6-3, 6-3 di final US Open 2020 menambahkan trofi mayor ketiga setelah kemenangannya di US Open 2018 dan kemenangan Australia Terbuka 2019.

Petenis berusia 22 tahun itu adalah wanita pertama yang memenangi final tunggal US Open dari ketertinggalan satu set sejak 1994, dan kemenangan itu membawanya ke urutan ketiga dalam peringkat WTA.

Ia juga menjadi pemain Asia pertama yang memenangkan tiga Grand Slam, menyalip Li Na dari China dengan dua kemenangan.

Osaka pergi ke US Open di Flushing Meadows dengan terkendala masalah cedera.Sebelumnya ia mundur dari final turnamen pemanasan jelang US Open yakni Western & Southern Open  dengan cedera hamstring kiri hanya dua hari sebelum dimulainya Grand Slam di New York.

Is mengatakan, ototnya tertarik dalam kemenangan di semifinal.

Osaka tampil di US Open dengan paha kirinya terikat kuat, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda cedera menghalanginya.

US Open, yang biasanya merupakan Grand Slam terakhir dalam satu musim, hanyalah turnamen besar kedua yang dimainkan pada 2020 setelah Australia Terbuka pada Januari.

Pandemi Covid-19 membuat tenis terhenti bersama dengan olahraga global lainnya, dengan Wimbledon dibatalkan sepenuhnya dan Roland Garros pindah dari awal Mei biasanya ke 27 September-11 Oktober.

Berbeda dengan US Open penyelenggara di Roland Garros akan menerima penggemarnya, meski kemarin diumumkan bahwa jumlah penonton akan dibatasi 5.000 per hari.

Penyelenggara awalnya berharap dapat menampung 20.000 penonton per hari.

Juara bertahan wanita Ashleigh Barty dari Australia mengumumkan awal bulan ini bahwa dia tidak akan mempertahankan gelarnya karena dia khawatir partisipasi masih membawa risiko kesehatan dan karena dia tidak bisa berlatih dengan baik dengan pelatihnya karena penutupan perbatasan negara bagian di Australia. TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR