JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Komite Olimpiade Indonesia (NOC of Indonesia) pimpinan Raja Sapta Oktohari terus menjalani kegiatan di tengah pandemi Covid 19. Kali ini, Komisi Women In Sports KOI akan menggelar Webinar dengan tema Tantangan Perempuan Olahraga Indonesia Menghadapi Covid 19″, Rabu, 23 September 202

Webinar yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB itu akan diikuti 400 peserta dari kalangan induk organisasi (PB/PP), atlet, mantan atlet dan akademisi. “Ya, Komisi Women In Sports KOI akan menggelar webinar,” kata Sekjen KOI, Ferry Kono yang dihubungi melalui telepon selular, Selasa (22/9/2020)

Yang menarik dalam webinar yang akan dihadiri Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil RSO dan Sesmenpora Gatot Dewa Broto ini, kata Ketua Komisi Women In Sports KOI, Susan Soebakti, Menteri Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, Bintang Puspayoga tampil sebagai pembicara sekaligus membuka webinar. Kemudian, pelatih atletik terbaik Asia, Eni Nuraini dan pemain Timnas Sepakbola Putri, Viny Silfianus.

“Ketiga pembicara sudah menyatakan konfirmasi kesediaan tampil dalam webinar,” katanya

Susan yang juga mantan atlet tenis menjelaskan webinar ini sebagai bukti  KOI berkomitmen memperhatikan peran atlet perempuan Indonesia dalam mengangkat prestasi olahraga Indonesia.

“Peran atlet perempuan Indonesia cukup besar. Bahkan atlet wanita Indonesia prestasinya jauh lebih banyak para atlet pria. Mereka sudah membuktikan kemampuannya dengan meraih prestasi di kancah multi event seperti SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade,” kata Susan sembari menyebut nama petenis Yayuk Basuki yang meraih empat medali emas di Asian Games berbeda,  pebulutangkis Susi Susanti juara Olimpiade Barcelona 1992, dan trio srikandi Lilis Handayani, Kusuma Wardhani dan Nurfitriyana yang meraih perak Olimpiade Seoul 1988.

Yayuk Basuki meraih medali emas bersama Suzana Anggarkusuma di Asian Games 1986 Seoul dan itu merupakan emas semata wayang Indonesia. Asian Games berikutnya 1990 Beijing, Yayuk merebut dua medali emas masing-masing ganda putri bersama Suzanna dan ganda campuran dengan Suharyadi. Sementara pada Asian Games 1998 Bangkok, Thailand, Yayuk merebut emas tunggal putri setelah di final mengalahkan jagoan tuan rumah Tamarine Tanasugaran. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR