Salah satu yang menjadi ide dasar dari berbagai konvensi yang dibuat oleh pelatih kita adalah transfer bid. Dulu umumnya pemain hanya mengenal Jacoby Transfer Bid setelah pembukaan 1NT. Sekarang transfer bid menjadi begitu popular dan digunakan banyak pemain dalam berbagai situasi. Di Pelatnas Asian Games 2018, sebagaian pemain telah memanfaatkan transfer bid.

Namun hanya sebatas beberapa sekuense tertentu. Pasangan yang bermain sistim standart seperti Taufik/Lusje dan Robert/Joice telah menggunakan transfer bid setelah pembukaan 1C dan beberapa lainnya. Pemain yang bermain Djarum Precision System juga sudah menggunakannya ketika response terhadap pembukaan 1C Strong.

Memang agak sulit untuk merubah kebiasaan pemain yang terutama yang telah bermain natural, tapi jika ingin meraih hasil terbaik di Asian Games rasanya pemain harus menerima ide ini. Walaupun tentu saja tidak harus semuanya sekaligus tapi minimal ada beberapa sekuense yang bisa diambil terutama yang belum dibicarakan antar pemain. Kenapa?

Karena ternyata sebelumnya pemain kita sudah menyadari pentingnya transfer bid dan mereka telah menggunakannya walaupun baru sebagian. Pelatih kita dari Polandia memperluas wawasan kita mengenai manfaat Transfer Bid yang telah juga ditulisnya dalam salah satu bukunya “World of Transfer”.

Beberapa contoh :
Barat Utara Timur Selatan
3C ?
dble – take out double
3 ♦ – transfer to hearts
3 ♥ – transfer to spades
3 ♠ – transfer to no-trump
3NT – to play
4 ♣ – two-suited hand with hearts and spades
4 ♦ – natural – constructive
4♥/♠ – constructive
Barat Utara Timur Selatan
3H ?
dble – transfer to spades (at least 4)
3 ♠ – transfer to no-trump
4 ♣ – 6 clubs and 4 spades
4 ♦ – 6 diamonds and 4 spades
4 ♥ – 5+ spades – 5 minor shape
4 ♠ – a good hand with six spades
4NT – at least 5-5 in the minors

Barat Utara Timur Selatan
3NT ?
4C 2 suiter Major
4D One suiter Major
4H/S 5/5 H/S + minor

Konvensi ini bermanfaat agar mirip dengan defensive bidding terhadap pembukaan 1NT.
Salah satu kunci untuk mengurangi kesalahan dalam bidding agar membuat konvensi yang rada-rada mirip untuk situasi yang juga hampir mirip. Selain itu tentu saja konvensi yang rumit harus dibuat agar mudah diingat dan bisa diurut secara logis bukan yang harus dihafal setengah mati.

Contoh : Konvensi Extra Length Transfer Bid yang telah ditulis sebelumnya. Semua pemain pelatnas bisa menguasainya dalam waktu yang tidak lama.
Barat Utara Timur Selatan
1S Dbl ?

Rdbl 10+ HCP penalty oriented
1NT Transfer C
2C Transfer D
2D Transfer H
2H Transfer S atau FG

Dengan struktur seperti ini maka banyak hal yang bisa dibuat untuk bid 2S dan seterusnya.
Masih banyak lagi situasi yang bisa dimanfaatkan untuk transfer bid. Penulis akan usahakan melengkapi secepatnya.(Penulis adalah pemain dan pemerhati bridge)

TINGGALKAN KOMENTAR