Konvensi dalam permainan bridge ada banyak sekali. Salah satu buku bridge paling tebal yang pernah terbit adalah : Bridge Convention Complete by Amalya Kearse. Ada lebih dari 1.100 halaman. Jadi ketika saya ditanya mana konvensi yang bagus, sulit menjawabnya karena banyak sekali pilihan dengan masing-masing punya plus dan minus.

Erick Kokish mantan pelatih Timnas Indonesia menjawabnya secara diplomatis, konvensi terbaik adalah ketika anda dan pasangan anda menggunakannya dan memberi banyak keuntungan. Salah satu nasehat untuk menilainya, adalah mencatat hasil yang dicapai ketika konvensi itu keluar dalam permainan.

Saya menganut paham yang berbeda dgn banyak pelatih lain, saya tidak mau mengatakan konvensi yang digunakan itu salah atau benar. Contoh preemptive modern yg sedang digandrungi oleh para pemain muda. Ada yang menasehati pemain, jangan karena itu salah tidak disiplin dan berbagai alasan lainnya.

Buat saya selama itu selalu mengecoh lawan dan menghasilkan keuntungan silahkan saja. Satu hal yang harus diingat adalah gunakan secara konsisten dan disetujui oleh partnership. Jadi kesimpulannya konvensi yang baik adalah yang dikuasai oleh kedua belah pihak dan menguntungkan Semoga bermanfaat.(Penulis adalah pemain dan pemerhati bridge)..

TINGGALKAN KOMENTAR