Salah satu konvensi yang menarik perhatian penulis saat pelatihan Kryzstov Martens di Pelatnas Asian Games adalah idenya tentang Extra Length Transfer Bid.

Awalnya terlihat begitu sulit untuk digunakan, tapi setelah dijelaskan secara lebih rinci dasar pemikiran serta manfaat yang bisa diambil maka dengan mudah para pemain bisa mengikutinya dan bahkan bisa langsung menggunakannya.
Ide utama kembali kepada dasar pemikiranya agar pemain menikmati bidding seperti menikmati music.

Karena untuk bisa berprestasi tentu saja semua menyadari bahwa akurasi dalam bidding itu mutlak. Tapi satu hal yang jangan dilupakan adalah imajinasi.

Salah satu pelatih nasional kita Denny Sacul selalu menggunakan kata ini ketika ia mengajar. Bayangkanlah pegangan kartu partner ketika ia bid sehingga kita bisa mengatur step bidding untuk mengetahui pegangannya yang lebih jelas.

Bidding dalam bridge modern saat ini tujuannya bisa dirangkum sebagai berikut :
1. Jika kita hanya ingin mencapai kontrak game maka janganlah memberi terlalu banyak informasi kepada lawan. Banyak pemain yang berbelit-belit penawarannya tapi akhirnya hanya berhenti di game. Selain menguras tenaga yang tidak perlu. Banyak informasi tentang pegangan kita sudah diketahui lawan juga.
2. Kontark NT selalu diusahakan dimainkan oleh tangan yang tepat atau yang kuat. Untuk itu transfer bid sangat bermanfaat.
3. Menyiapkan sebaik-baiknya konvensi untuk bagaimana mencapai kontrak slam yang baik. Konfensi harus effisien, tidak terlalu berbelit-belit tapi tentu saja harus ekonomis atau semakin rendah level yang digunakan akan semakin baik. Terutama menyangkut side-suit dan warna pendek.
4. Secepatnya berhenti di part score jika tidak ada peluang game.

Selanjutnya mari kita balik ke Extra Length Transfer bid. Ide ini sebenarnya menurut penulis adalah menggunakan splinter di level yang lebih rendah. Sebenarnya pada pelatihan Eric Kokish beberapa tahun yang lalu telah digunakan tapi dalam lingkup terbatas.

Waktu itu ketika bid berlangsung 1S – 2D – 2H -2S maka berlaku aturan : Ketika salah satu pihak sudah biat dua suit (dalam bidding diatas S dan H) dan pihak lain menyatakan forcing game (2D adalah forcing game) dan dalam bidding lanjutan menunjukan fit di salah satu warna partner (2S dalam hal ini tapi bisa juga 3H) maka tugas opener adalah memberitahu pendek.

Pada contoh ini, opener akan bid sebagai berikut :
2NT = Tidak ada pendek
3C/D = Pendek C/D
3H = 5/5 dua suit bagus jadi lebih mengutamakan menunjukan suit bukan pendek. Partnership bisa melanjutkan dengan bid 3S untuk tanya pendek.
3S = 6 Kartu S. Hal yang sama berlaku dengan bid 3NT untuk tanya pendek.

Apa yang berbeda? Extra Length Transfer Bid bisa digunakan pada lebih banyak situasi serta karena bidnya transfer maka untuk mengetahui kemungkinan slam cukup di level dibawah 3NT. Selain itu pegangan dengan void juga bisa diketahui pada level yang masih cukup rendah.

Agar mudah dipahami dan diingat, dibuat aturan-aturan tentang kiat untuk menunjukan warna pendek.
Pegangan dasar yang harus diingat, ketika kita sudah memberitahu partner kita pendek diwarna tersebut maka bid lagi warna tersebut berarti void.
Contoh :
1S` – 2C
2H – 2NT Waiting
3C 4C Slam invitational di C
4D Void

Ini standart bidding bukan versi Kryzstov Martens
Otomatis ketika partner misalnya cue-bid 4H dan opener bid 4NT maka jelas ini Exclusion Key Card Blackwood dimana DA tidak dihitung.
Bagaimana menunjukan distribusi 5-4
1S 2D
2S 2NT
3C 3S Slam invitational di S
Ingat disini 3C adalah 4 kartu berbeda dengan contoh pertama. Karena bid 3C dalam sekuense ini menjadi 5/5.

3NT 5422 ektra
4C Dua warna pendek 6511 atau 7411
4D/H Pendek di D/H
4S 5422 Minimum

Selanjutnya distribusi 5/5
1S 2D
3C 3S
3NT Ada void. Bisa lanjutkan tanya 4C dijawab 4D/H void D/H
4C D. (Penulis adalah pemain dan pemerhati bridge)

TINGGALKAN KOMENTAR