Berbagai obituary dari orang terdekatnya telah menulis tentang Almarhum Sinyo Sarudanjang oleh para sahabatnya.

Almarhum yang lahir 16 Januari 1945, telah mengabdi sejak umur 29 tahun, beliau tanpa henti mengabdi kepada negara.

Dalam perkembangan karier, Tuhan memberikan tenaga super hebat, sehingga sampai akhir hayatnya, beliau tak pernah berhenti berkarya.

Di pemerintahan, beliau meniti karier dari bawah, kemudian jadi Walikota Bitung sampai menjadi Gubernur Sulawesi Utara dan Plt.Gubernur Maluku. Di akhir hayatnya beliau adalah Duta Besar Indonesia untuk Philipina, berkantor di Manila.

Semuanya memuji Almarhum karena memang ia dalah seorang yang hangat dalam bergaul. Kata orang Manado, Sarundajang ”supel” kalau batamang.

Karena itu saya sebagai penggemar olahraga bridge ingin menulis sisi lain dari Almarhum, Ternyata almarhum ikut memperhatikan prestasi spektakuler yang telah dicapai oleh para atlet bridge asal Sulut ketika mewakili Indonesia di tingkat dunia.

Pada ulang tahunnya yang ke 70 tepatnya tanggal 16 Januari 2015, almarhum memberikan apresiasi kepada pasangan legendaries asal Sulawesi Utara, pasangan Henky Lasut/Eddy

Manoppo karena mereka berhasil mengharumkan nama bangsa ketika meraih Juara Dunia Pasangan Senior pada tahun 2014 di Sanya, Cina.

Pada saat itu ia menantang Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia agar berani menggelar turnamen bridge tingkat internasional di Manado yang terkenal sebagai gudangnya pemain bridge berkualitas.

Gayung bersambut dan terjadilah Kejuaraan Bridge International bertajuk “World Invitational Bridge Tournament the Sarundajang Cup” yang berlangsung sejak tanggal 24 hingga 31 Agustus 2015 di Lion Hotel Manado.

Event ini ternyata disambut antusias oleh masyarakat bridge dunia ditandai hadirnya 10 negara meramaikan turnamen ini selain pemain-pemain tuan rumah Indonesia.

Selain menggelar turnamen bridge internasional, tak lupa juga dikaitkan dengan parawisata.Pada tanggal 26 Agustus seluruh peserta akan diajak tour ke pulau Bunaken secara gratis sehingga selain bermain bridge, peserta terutama yang dari luar negeri bisa menikmati keindahan Taman Laut Bunaken yang sudah kesohor di seluruh dunia.

Selanjutnya pada acara upacara pembukaan dimeriahkan oleh berbagai group kesenian asal Sulut sehingga tercapai tujuan Gubernur untuk mensinergikan kegiatan olahraga dengan parawista yang kebetulan sedang menjadi trend saat itu..

Alm. DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang saat itu masih menjabat Gubernur Sulut, menyempatkan diri untuk menonton pertandingan final, yang mempertemukan Tim Bulgaria melawan Tim Sarundajang, yang merupakan tim satu-satunya asal Indonesia yang masuk babak Final.

Dalam kesempatan itu, SHS memberi suport para pemain tuan rumah, yang mengabadikan nama Sarundajang sebagai tim. “Kiprah olahraga ini banyak mengharumkan nama daerah Nyiur Melambai baik di pentas nasional maupun internasional. Kita harus mendalami permainan ini lewat pelatihan khusus,” ujar SHS.

Semoga kepedulian almarhum akan berlanjut untuk mempertahankan Sulut sebagi gudang atlet bridge berbakat.(Penulis adalah pemain dan pemerhati bridge).

TINGGALKAN KOMENTAR