JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Hendri Zaenudin

Pernyataan itu diungkapkan oleh Sekjen PB.PSTI, Herman Andi saat dikonfirmasi TribunOlahraga.com, Minggu (21/2/2021)

“Ya, kita hanya mengusulkan dua nama untuk mengikuti Kongres ASTAF. Dua nama itu yakni H. Asnawi Abdul Rachman dan H. Hendri Zainuddin,” ujar Herman menambahkan.

Herman lebih jauh mengatakan, pada Kongres tersebut akan dilakukan pemilihan Presiden, Deputi Presiden, Vice President, Council Member, dan Auditor. “Untuk Deputi Presiden, kita mengusulkan Bapak H. Asnawi dan Vice President ada saya dari Indonesia,” tambhnya.

Mengenai munculnya nama Syafrizal Bahtiar sebagai Calon Vice President, Herman menegaskan, pihaknya tidak pernah mengusulkan nama tersebut dan sudah mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASTAF mempertanyakan keputusan itu.

 

“Kami tegaskan sekali lagi, dari PB. PSTI hanya mengusulkan dua nama nama. Perihal satu nama lain yang muncul, kami sudah mengirimkan surat kepada Sekjen ASTAF mempertanyakan keputusan tersebut. Karena, nama itu sudah tidak lagi menjadi bagian dari pengurus PSTI di pusat dan juga di daerah,” tegasnya.

Syafrizal Bakhtiar yang kini menjadi oposan PSTI dan mengklaim diri punya hubungan kuat dengan ASTAF tak mungkinn akan menjadi salah satu Vice Presiden ASTAf karena dirinya sudah diluar PSTI.

Pada Munas PSTI 2020 di Icuk Sugiarto Traning Camp (ISTC) Cisaat Sukabumi Jabar, Syafrizal gagal maju menjadi salah satu bakal calon Ketua Umum PB.PSTI periode 2021-2025 bersaing dengan petahana Asnawi Abdul Rachmad.

Syafrizal yang juga Ketua Pengprov PSTI Sumbar itu terganjal persyaratan administratif sehingga gugur dalam pencalonan. Akhirnya dalam Munas yang dihadiri 24 Pengprov PSTI dan para petinggi KONI Pusat itu hanya memunculkan calon tunggal yakni Asnawi Abdul Rachman.

Namun Syafrizal tidak puas dan berupaya melakukan manuver dengan membentuk Paguyuban Sepak Takraw Indonesia yang hanya melibatkan beberapa Pengprov itu pun masa kepengurusannya sudah kadaluwarsa.

Kubu Syafrizal melayangkan surat gugatan kepada BAORI namun tidak mendapat tanggapan dari lembaga peradilan olahraga Indonesia ini. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR