JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Lifter Deni secara balak-blakan membuka penyebab dirinya dicoret dari daftar lifter pelatnas Olimpiade Tokyo 2021.  Dia bilang ada dua penyebab yakni membawa istri ke pelatnas dan tidak tinggal di mess pelatnas Jl Kwini Jakarta Pusat. 

“Ya, saya memang salah membawa istri ke tempat mess pelatnas. Tapi, saya juga punya alasan karena istri saya yang lebih paham dengan kebutuhan makanan yang saya harus konsumsi. Tidak ada niat lain,” kata Deni yang dihubungi Gonews.co Group, Jumat (26/2/2021) malam.

Setelah ada teguran itu, kata Deny, dirinya dan istri pindah ke salah satu apartemen di wilayah Sudirman. Dan, dia tetap menjalani program latihan untuk pelatnas Olimpiade. “Saya memang tidak berada di mess tetapi saya tetap hadir tepat waktu saat latihan pelatnas. Ya, semuanya sudah terjadi tetapi saya sempat berjanji ingin memperbaiki semuanya jika tetap bisa bergabung dengan pelatnas Olimpiade,” tambahnya.

Seperti diberitakan media sebelumnya, Deni dipulangkan ke Pemprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Bengkulu pada Kamis (5/3/2020). Alasannya, peraih medali emas SEA Games 2019 ini dinilai melakukan pelanggaran disiplin dan etika kesopanan.

Deni dianggap tak mau mengikuti aturan PABSI dengan tinggal di Mess Kwini namun tidak membawa istri dan anaknya. Selain itu, Deni juga dinilai tak fokus latihan lantaran dia double job menjadi instruktur di salah satu pusat kebugaran di Jakarta

Di dalam surat pencoretan Deni yang dikelurkan PB PABSI ada tiga hal yang mendasari yakni laporan dari manajer pelatnas, surat keputusan PB PABSI tentang penyempurnaan pembentukan tim pelatnas angkat besi Olimpiade 2020, dan surat PB PABSI nomor : 051/PB PABSI/III/2020 tanggal 4 Maret perihal degradasi dan promosi personil pelatnas angkat besi Olimpiade 2020.

 

“Sehubungan dengan dasar tersebut di atas dengan ini PB PABSI memulangkan lifter Deni dari pelatnas ke daerah untuk dibina kembali khususnya dalam kedisiplinan dan etika kesopanan,” tulis surat yang ditandatangani Wakil Ketua PB PABSI Djoko Pramono. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR