JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Pandemi Covid 19 yang melanda dunia membuat banyak babak kulifikasi Olimpiade yang dibatalkan. Dampaknya, memperkecil peluang Indonesia untuk menambah kuota atlet ke Olimpiade Tokyo 2021. 

Beruntung Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) pimpinan Letjen TNI Joni Supriyanto sudah meloloskan satu-satunya petembak putri, Vidya Rafika Rahmatan Thayiba yang akrab dipanggil Vika. Apalagi, upaya mendapatkan Wild Card dari Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF) sudah tertutup karena diberikan kepada petembak dari negara konflik.

Yang menyedihkan, PB Pertina yang memiliki alokasi anggaran pelatnas Olimpiade sebesar Rp5,27 miliar dari Kemenpora tak punya satu wakil di Tokyo. Kepastian itu didapat setelah Satuan Tugas Tinju (Boxing Task Force – BTF) Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee – IOC) membatalkan kualifikasi dunia (World) Olimpiade Tokyo atau kualifikasi terakhir yang dijadwalkan di Paris, Prancis, 13-24 Mei 2021

Tidak adanya petinju Indonesia tampil di Tokyo itu menambah daftar panjang Olimpiade yang tidak diikuti. Sebelumnya, pada Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012, dan Olimpiade Rio de Janeiro juga tanpa kehadiran petinju.

Ya, tiket Olimpiade memang tidak seperti SEA Games ataupun Asian Games. Atlet harus berjuang melalui babak kualifikasi untuk mendapatkannya. Tidak salah jika induk-induk organisasi (PB/PP) harus memberikan penghargaan bagi atlet yang mendapatkannya.

Tidak seperti cabang menembak dan tinju, cabang olahraga angkat besi memang pantas diberikan penghargaan. Hingga kini, ada tiga lifter yang disebut bakal memperkuat Kontingen Merah Putih yakni Eko Yuli Irawan (61kg), Windy Cantika Aisah (49kg putri), dan Nurul Akmal (+87kg putri).

Sayangnya, lifter Deni tidak lagi masuk dalam daftar yang disebut berpeluang karena sudah dikeluarkan dari pelatnas karena indisipliner. Padahal, Deny yang sudah tampil di Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016 punya peluang untuk mendapatkan tiket tersebut.

Berdasarkan peringkat yang dikeluarkan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF), Deni yang berada di kelas 67kg menempati peringkat ke-14. Sesuai aturan yang ditentukan IWF dimana tiket diberikan kepada lifter yang berada di peringkat 1 hingga 8 dunia dan setiap negara hanya berhak menurunkan 1 lifter setiap kelas, Deni bisa mendapatkan tiket tersebut.

Dengan adanya aturan itu, posisi peraih medali emas SEA Games Filipina 2019 ini akan menyodok ke peringkat ke-7 karena ada 7 lifter peringkat di atasnya yang akan tercoret. Yakni, Eko Yuli Irawan yang menempati posisi ke-2 akan tampil di kelas 61kg dan Mayora Pernia Julio Ruben naik ke kelas 73kg. Lalu, 3 dari 4 atlet dari China, 1 dari 2 lifter Uzbekistan dan 1 dari 2 lifter Kolumbia tercoret.

Daftar peringkat kelas 67kg IWF.

“Saya paham dengan posisi saya yang tidak lagi berada di Pelatnas Olimpiade karena dianggap indisipliner sejak Maret 2020. Tetapi, saya punya peluang untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2021. Berdasarkan aturan IWF itu saya bisa berada di peringkat ke-7 bahkan bisa di peringkat ke-6 karena atlet Jepang, Konnai Mitsunori tidak masuk dalam hitungan karena atlet tuan rumah yang potomatis mendapatkan tiket ke Olimpiade,” kata Deni yang dihubungi Gonews.co, Jumat )26/2/2021) malam.

Kini, Deni yang sudah mengoleksi tiga medali emas SEA Games (SEA Games Myanmar 2013, SEA Games Malaysia 2017, dan SEA Games Filipina 2019) hanya bisa berharap kerendahan hati Ketua Umum PB PABSI, Rosan P Roeslani, Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari dan Menpora Zainudin Amali.

“Terus terang, saya sangat berharap bisa tampil untuk yang ketiga kalinya di Oliompiade Tokyo 2021. Dan, saya hanya bisa berharap adanya kerendahan hati dari pak Rosan, pak Okto dan pak Zainudin Amali untuk memberikan kesempatan saya membela Kontingen Merah Putih di Tokyo nanti,” imbuhnya.

Bukan hanya tampil di Olimpiade Tokyo yang akan digelar 24 Juli – 9 Agustus 2021, tapi Deni juga ingin tampil pada Kejuaraan Angkat Besi Asia sekaligus babak kualifikasi Olimpiade yang digelar di Tasken, 19-26 April 2021. “Saya siap turun di Kejuaraan Asia jika memang mendapat rekomendasi dari PB PABSI,” tegasnya. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR