JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB.PSTI) pada prinsipnya tetak akan mengikuti Kongres ASTAF secara virtual, Senin, (1/3/2021) besok. PSTI juga baru akan mengirim suara pilihannya saat berlangsungnya Kongres ASTAF tersebut.

Hal itu disampaikan Sekjen PB.PSTI Herman Andi saat dikonfirmasi TribunOlahraga.com terkait adanya berita ASTAF kecewa dengan PSTI karena tidak mengirim suara pilihannya dalam Kongres ASTAF.

”Beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan yang lainnya tidak mengirimkan suara pilihannya dalam Kongres ASTAF dengan alasan akan memberikan suaranya pada saat Kongres dilaksanakan karena ingin tetap menjaga harmonisasi dan sinergisitas dalam tubuh ASTAF. Jika suara pilihan dikirimkan paling lambat 26 Februari 2021 sementara Kongres ASTAF dilaksanakan 1 Maret 2021 secara virtual maka dikhawatirkan terjadi gesekan dan bisa saja terjadi intervensi dari salah satu kandidat yang mencalonkan diri sebagai Persiden ASTAF,”kata Herman.

Selain itu, lanjut Herman, yang tidak kalah penting adalah mencederai akuntabilitas penyelenggaraan Kongres ASTAF itu sendiri. Jadi bagaimana organisasi dari suatu negara sebagai member akan dijatuhi sanksi dari sikap abstain suatu proses pemilihan.

Jadi menurut dia janganlah membuat suatu pernyataan yang menggiring opini negatif publik yang bisa saja merugikan nama baik dan integritas organisasi tersebut. Terkait hal tersebut Persiden sepak takraw Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainnya juga menyayangkan hal tersebut dan telah memberikan klarifikasinya.

”Jadi sekali lagi saya tegaskan bukan tidak berpartisipasi tetapi beberapa negara anggota ASTAF akan memberikan suaranya pada saat Kongres dilaksanakan secara virtual sehingga tetap menjaga kredibilitas penyelenggaraan Kongres ASTAF,”tambahnya.

Seperti diketahui khabar bahwa ASTAF kecewa terhadap PSTI karena tidak mengirim suara pilihannya dihembuskan oleh Syafrizal Bakhtiar yang selama ini sudah mengibarkan bendera ”perang” dengan PSTI pimpinan Asnawi Abdul Rachman.

Syafrizal tampaknya masih melakukan berbagai manuver untuk menjatuhkan kewibawaan PSTI di mata ASTAF dengan menggiring opini buruk tentang PSTI pimpinan Asnawi AR. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR