JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Ada dua nama yang bakal meramaikan bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB.Ferkushi) dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2021 yang dijadwalkan berlangsung Selasa, (6/4) besok di Hotel Erian Gondangdia,Menteng, Jakarta Pusat.
Kedua nama bakal calon itu merupakan hasil penjaringan dan penyaringan sejak 30 Maret lalu. Namun nama kedua bakal calon tersebu masih dirahasiakan dan baru akan diumumkan pada saat berlangsungnya Munaslub.
Demikian dikatakan panitia pengarah  Agus Purwanto dalam jumpa pers resmi dengan sejumlah media di Hotel Erian Gondangdia, Menteng,Jakarta Pusat, Senin, (5/4/2021) malam.
Menurut Agus, kedua nama bakal calon Ketua Umum itu setelah diverifikasi oleh tim penjaringan dan penyaringan sudah memenuhi persyaratan baik administratif maupun AD/ART PB.Ferkushi. Persyaratan yang dimaksud itu adalah warga negara Indonesia dan pernah berpengalaman dalam organisasi beladiri.
”Setiap calon itu dimunculkan oleh para Pengprov dan minimal didukung oleh 2/3 anggota Pengprov. Kami yakin kedua bakal calon Ketua Umum ini mampu membawa angin perubahan dalam tubuh organisasi Ferkusi sesuai dengan tujuan utama digelarnya Munaslub,”kata Agus yang juga Sekum Pengprov Ferkushi Jateng ini.
Lebih jauh Agus menjelaskan bahwa dasar utama digelarnya Munaslub tersebut adalah adanya mosi tidak percaya dari para Pengprov kepada Ketua Umum PB.Ferkushi periode 2019-2023, Abdul Hafil Fuddin, serta tidak adanya keharmonisan antara PB dan Pengprov.
Mosi tidak percaya itu muncul karena banyak pelanggaran.AD/ART organisasi dilanggar oleh Ketua Umum.Selain itu, lanjut Agus, sejak 2019 hingga sekarang tidak jelas program pembinaan yang dilakukan PB.Ferkushi sehingga berdampak pada pembinaan.di daerah.
“Desakan Munaslub ini bukan muncul secara tiba-tiba dan tanpa dasar. Kami.dari Pengprov melihat kebijakan-kebijakan yang dilakukan seorang Ketum sudah banyak yang tak sesuai aturan organisasi seperti penambahan jumlah Pengprov tanpa melalui rapat pleno anggota,””paparnya.
Hal senada juga disampaikan Budi Setyanto dari Pengprov Ferkushi Banten. Menurutnya, antara PB.Ferkushi dan Pengprov sudah tak ada keharmonisan sehingga dalam kondisi seperti itu sulit rasanya untuk menjalankan roda organisasi.
”Idealnya, program.PB itu kan menjadi acuan bagi daerah. Karena ujung tombak pembinaan ada di daerah,””tambahnya.
Terkait persiapan Munaslub itu sendiri, Budi menyebut sudah terkonsolidasi dengan baik, baik.kepada KONI Pusat NOC of Indonesia/KOI maupun.dengan Pengprov.Bahkan pihaknya sudah melayangkan surat undangan resmi kepada Ketua Umum KONI Pusat terkait Munaslub ini.
”Sebagai anggota KONI Pusat jelas kami melaporkan masalah ini dan mengundang hadir sekaligus membuka secara resmi Munaslubnya. Harapan kami ada perwakilan dari KONI Pusat hadir,”paparnya.
Arnold Silalahi dari Ferkushi Jabar juga menilai bahwa desakan Munaslub ini dikarenakan sudah tak ada keharmonisan baik sesama pengurus internal PB maupun dengan Pengprov. Padahal sebuah organisasi yang kuat saling menunjang dan menopang.
Namun yang terjadi seperti dikatakan Arnold, PB.Ferkushi juga melakukan tindakan yang telah keluar dari aturan main organisasi. Ia mencontohkan adanya pergantian antar waktu (PAW) pengurus tanpa melalui rapat pleno.
”Jika ada kesalahan kan semestinya ditegur jika level kesalahannya tidak terlallu berat. Sanksi itu bisa diberlakukan bilamana tingkat kesalahannya memang sudah tak bisa ditolerir lagi,”ujar Arnold.
Munaslub Ferkushi yang akan memilih Ketua Umum periode 2021-2025 ini akan dihadiri 18 Pengprov dari 20 Pengprov yang ada. Tercatat ada dua Pengprov yang tidak bisa hadir yakni Papua dan Sulut.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR