JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

SEJAK polemik di tubuh organisasi balap sepeda Indonesia (ISSI) merebak, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia.(PB.ISSI) periode 2020-2024  Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman tetap berada dalam jalur yang benar.

Sejak terpilih dalam Munaslub ISSI 2020 17-18 Oktober di Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta, Tatang Sulaiman taat azas dengan.menghormati hukum termasuk konflik ISSI yang kini dalam persidangan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Demikian dikatakan Tim Kuasa Hukum ISSI pimpinan Tatang Sulaiman, Sardjono dalam jumpa pers resmi dengan sejumlah media di lantai 25 Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta  Selasa, (6/4).

“”Sejak kasus polemik ISSI masuk dalam persidangan BAORI, klien kami Pak Tatang dalam posisi menunggu proses hukum di lembaga peradilan olahraga tertinggi di Indonesia itu,”tambah Sardjono.

Seperti diketahui sejak mediasi menemui jalan buntu, sengketa ISSI ini sudah memasuki dua kali persidangan.

“Pak Tatang dengan penuh kesabaran menunggu proses hukum di BAORI. Beliau tak mau mengambil langkah-langkah yang berpotensi mengganggu proses hukum di BAORI,”paparnya.

Tatang Sulaiman pun seperti dikatakan Sardjono tidak dalam posisi menilai tindakan ISSI kubu RSO termasuk Munaslub 2-3 April 2021 yang mengantarkan Kapolri Jenderal Polisi Sigit Sulistyo Prabowo (SSP) sebagai Ketua Umum PB.ISSI periode 2021-2025.

Oleh karenanya tim kuasa hukum.ISSI pimpinan Tatang Sulaiman mengajak semua pihak termasuk KONI Pusat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Terus terang proses hukum terkait sengketa ISSI ini akan berakhir di KONI Pusat. Karena keputusan akhir ada di tangan KONI. Jadi bola panas itu akan kembali ke KONI Pusat,”ungkap Sardjono.yang didampingi kuasa hukum lainnya, Eka NS SH itu.

Namun melihat perkembangan terkini posisi BAORI juga dilematis. Apalagi dalam pusaran konflik ISSI ini tangan kekuasaan sudah masuk.

Terpisah, Mantan Atlet Sepeda Wanita pertama Indonesia Iin Sadewo berharap agar ISSI dihuni oleh orang yang memang komitmen untuk memajukan olahraga sepeda di Indonesia.

“Saya berharap agar ISSI memberdayakan para mantan atlet untuk ikut membina olahraga ini tidak seperti sekarang ini, ” tandanya. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR