Laporan Bert Toar Polii (Jakarta)

World Bridge Federation (WBF) akhirnya memutuskan untuk mulai melakukan Kembali Kejuaraan Dunia Bridge F2F (face to face) atau tatap muka setelah membatalkan semua Kejuaraan Dunia pada tahun 2020 dan 2021 akibat pandemic covid-19.

Turnamen yang akan digelar pertama adalah The 45th World 2021 Bridge Team Championships yang mempertandingkan Bermuda Bowl untuk nomor open team, Venice Cup untuk nomor Women Team, d’Orsi Seniors Trophy untuk nomor senior team dan Wuhan Cup untuk nomor mixed team di Salsomaggiore Terme, Italy pada tanggal 27th March to 9th April 2022.

Walaupun tahun penyelenggaraan 2022 tapi WBF tetap mempertahankan 2021 di judul turnamen karena berniat untuk tidak ada pembatalan event ini.

Akibat ingin mempertahankan event ini dan berlangsung di tahun ganjil maka pada tahun 2022 akan digelar tiga Kejuaraan Dunia daripada biasanya hanya dua.

Dua Kejuaraan Dunia lainnya adalah : The 12th World Bridge Series (Rosenblum Cup, McConnell Cup, Rand Cup, Mixed Teams & Open. Women, Seniors, Mixed Pairs) wbe di Wroclaw, Poland pada tanggal 19 Agustus -3 September 2022.
The 7th World Youth Transnational Bridge Championship pada bulan Agustus di Salsomaggiore Terme, Italy.

Mengapa WBF mempertahankan The 45th World 2021 Bridge Team Championships karena event ini adalah yang paling prestisus dan telah berlangsung sejak tahun 1950 di Bermuda.

Awalnya berlangsung setahun sekali kemudian pada tahun 1967 ditetapkan berlangsung dua tahun sekali pada tahun ganjil.

Event ini juga adalah event tertua yang bahkan lebih tua dari WBF yang baru berdiri tahun 1958.

Event ini menjadi prestisus karena mirip World Cup di sepakbola yang hanya boleh diikuti para juara dari zone yang telah ditentukan kuotanya.

Indonesia sendiri menjadi langganan mewakili Zone 6 Asia Pasifik dan berprestasi baik di nomor senior dan ladies team.

Tahun 2005 di Estoril tim senior Indonesia yang diperkuat Denny Jacob Sacul, Munawar Sawiruddin, Eddy MF Manoppo, Henky Lasut, Arwin Budiraharja dan Amiruddin Yusuf meraih medali perak kalah di final dari Amerika Serikat.

Tahun 2007 di Sanghai tim senior Indonesia yang diperkuat Denny Jacob Sacul, Munawar Sawiruddin, Eddy MF Manoppo, Henky Lasut. Ferdy Robert Waluyan dan Anindra A Lubis Kembali meraih medali perak kalah dari Jepang.

Tahun 2009 di Sao Paolo Brazil meraih medali perunggu, kali ini diperkuat Denny Jacob Sacul, Munawar Sawiruddin, Eddy MF Manoppo, Henky Lasut, Michael Bambang Hartono dan Arianto Karna Djajanegara.

Untuk bisa mengikuti event ini, PB Gabsi sedang menyiapkan 4 tim, yaitu Open, Ladies, Senior dan Mixed untuk mengikuti seleksi zone VI untuk memilih 3 negara yang akan mewakli zone vi atau zone Asia Pasifik ke event diatas.

Sayangnya sampai saat ini jadwal pertandingan belum diputuskan oleh Asia Pasific Bridge Federation (APBF) setelah ditunda dari bulan Agustus yang lalu.

Awalnya APBF memutuskan untuk melakukan seleksi secara online pada bulan Agustus yang lalu tapi kemudian ada yang keberatan karena pengumumannya terlalu cepat sehingga persiapannya mepet.

Bisa juga karena masih banyak negara yang tidak siap untuk ikut karena masalah pandemic covid-19. Bisa saja pada akhirnya APBF tidak mengadakan seleksi tapi menanyakan kesiapan peserta untuk tampil di Salsomagiore nanti kemudian memutuskan.

Pada judul tulisan tertulis format baru. Ini maksudnya karena World Transnational Open Team Championship yang sudah jadi pelengkap event ini sejak tahun 1997 di Hammamet, Tunisia dibatalkan tahun ini.
Alasannya, WBF tidak ingin menambah peserta diluar peserta yang telah bermain sebelumnya.

Untuk mengakomodasi peserta yang tidak lolos sampai ke semi final, khusus tahun ini diadakan event baru World National Teams Trophy.

World National Teams Trophy akan berlangsung setelah babak penyisihan The 45th World 2021 Bridge Team Championships selesai.

Tim yang tidak lolos ke babak 8 besar dapat mengikuti event ini dan tidak perlu membayar entry fee lagi alias gratis.

Format pertandingan sama dengan World Transnational Open Team Championship yaitu bermain sistim Swiss 10 session selama dua hari dan 8 tim terbaik lolos ke babak sistim gugur,
Bagi yang tidak lolos di sediakan BAM event.

Hadiah diberikan untuk pemenang 1-3 dan juga ada hadiah khusus untuk Open, Ladies, Senior dan Mixed terbaik buat yang tidak masuk kategori pemenang 1-3. Hadiahnya adalah medali & WBF TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR