JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

TINJU menjadi unik karena tak ada yang pasti. Hampir tak ada yang percaya seorang Kiko Martinez, bahkan orang-orang terdekatnya sekalipun, bisa mengalahkan Kid Galahad dan merebut gelar kelas bulu IBF, 13 November, di Sheffield, Inggris.

Buat publik tinju Inggris, laga ini jadi ‘welcome home defence’ [mempertahankan gelar di kandang sendiri] buat Galahad, petinju Inggris asal Yaman kelahiran Qatar. Bursa taruhan 8/1 atau +800 [pasang 800 dapat 100] untuk Galahad, yang merebut gelar kelas bulu IBF melalui kemenangan TKO ronde 11 atas Jazza Dickens, Agustus 2021.

Martinez, meskipun belum disebut journeyman, sudah 10 kali kalah dalam 55 kali naik ring. Kemenangan tandang terakhirnya terjadi April 2014 ketika ia mengalahkan Hozumi Hasegawa dari Jepang di Osaka.

Setelah itu, ia enam kali kalah, 5 di antaranya dari petinju-petinju top –Carl Frampton di Belfast, Scott Quigg di Manchester, Leo Santa Cruz di Anaheim, Josh Warrington di Leeds, dan Garry Russell Jr di New York. Kekalahan keenam dari petinju yang belum punya nama, Zelfa Barrett, Februari 2021, membuat ia dianggap tak sebanding dengan Galahad. Apalagi, melawan Jayro Duran, September 2021 di Barcelona, ia cuma menang angka.

Kini, segalanya berubah. Di rumahnya di Alicante, Martinez bisa duduk menenggelamkan diri di kursi empuknya dengan mata selalu membinarkan kebahagiaan dan senyumnya selalu mekar.

Pasalnya, sama sekali tak diunggulkan, ia justru menumbangkan segala keraguan orang akan kemampuannya. Itu, boleh jadi, modal dari suksesnya di kancah amatir –memenangkan 38 pertarungan dengan KO.

“Ketika saya tiba di Spanyol, itu sangat istimewa,” katanya. “Saya disambut di bandara oleh keluarga saya, dan kemudian saya diantar ke alun-alun kota dengan dua mobil polisi. Di sana, saya bertemu dengan 1.000 orang atau lebih dan walikota kota. Menakjubkan.”

Martinez (43-10-2, 30 KO) menegaskan, orang boleh terkejut ketika ia membuat Galahad terkapar di ronde 6, tapi ia sendiri tidak.

“Itu tidak mengejutkan saya. Saya tidak pernah berandai-andai kalah dalam pertarungan ini— bukan seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya. Tentu, saya pikir mungkin sedikit lebih lambat saya mendapatkan kemenangan KO, tetapi saya selalu yakin bisa menghentikannya.”

“Orang tahu hook kanan saya sangat berbahaya. Hook kanan adalah favorit saya dan yang paling keras dan itulah yang membuat saya menang.”

Setelah sukses itu, Martinez, 35 tahun, bertekad mempertahankan gelarnya, setidaknya dua kali sepanjang 2022.

Salah satu lawan yang diincarnya adalah Emanuel Navarette, juara kelas bulu WBO. “Saya suka gayanya, dan itu akan jadi pertarungan neraka. Buat saya, itu pertarungan terbesar saya di kelas bulu.”

“Tapi sekarang saya ingin santai. Saya masih lari, tapi saya masih menjauhi tinju sampai setelah Natal. Keluarga masih butuh saya. Saya sudah berlatih dua tahun tanpa henti.”

Di kelas bulu, masih ada nama Leo Santa Cruz dan Gary Russell Jr. Santa Cruzz mengalahkannya dengan TKO ronde 4 dalam duél perebutan gelar kelas bulu WBA super, Februari 2016. Russell Jr mengalahkannya dengan TKO ronde 5, Mei 2019, dalam pentas perebutan gelar kelas bulu WBC.

Menarik juga jika kelak terjadi rematch antarmereka.TOR-05

Sumber: badlefthook.com

TINGGALKAN KOMENTAR