Oleh : Bert Toar Polii

Keterlibatan Tou Kawanua di arena bulutangkis telah berlangsung sejak dulu.

Bahkan ada beberapa atlet kawanua yang sangat menonjol prestasinya sehingga Pebulutangkis nasional Taufik Hidayat beberapa waktu yang lalu di Manado sempat memuji Kota Manado, sebagai daerah penghasil atlet bulutangkis nasional yang handal.

Ia menyebut beberapa nama, yaitu Flandy Limpele, Greysia Poli, Deyana Lomban, Natalia Poluakan dan Lilyana Natsir adalah atlet nasional asal Kota Manado yang sangat hebat.

Semua nama diatas kecuali Greysia Polii sudah pensiun dan sepertinya juga Greysia tidak lama lagi akan gantung raket.

Bahkan pada era 1960-an hingga 1970-an muncul pebulutangkis berdarah KAWANUA di tim nasional seperti Corry Kawilarang dan Poppy Tumengkol (Nyonya Justian Suhandinata). Keduanya pernah membela tim Piala Uber dan ikut Asian Games.

Namun kita tidak perlu kecewa karena telah muncul banyak generasi penerus dari Tou Kawanua seperti yang terlihat dari nama-nama peserta Indonesia Open 2021.

Di nomor ganda putra ada Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pemain ini yang paling menonjol saat ini karena di ganda putra ia yang berpasangan dengan Pramudya Kusumawardana sudah mulai menanjak naik peringkat dunianya.

Kedua pemain ini digadang-gadang sebagai generasi penerus untuk mempertahankan dominasi Indonesia di nomor ganda putra.
Kemudian ada Zachariah Josiahno Sumanti.

Ia berpasangan dengan Hediana Julimarbela di nomor ganda campuran. Sayang sekali mereka sudah kalah di babak 32 besar.

Di bagian ganda putri ada Melani Mamahit. Ia yang berpasangan dengan Tryola Nadia akan menghadapi Vivian Hoo/Lim Chiew Sien hari ini pada hari ini di babak 32 besar Indonesia Open 2021.

Semoga mereka bisa berprestasi seperti para pendahulunya kedepan nanti. Mereka masih berusia muda saat ini.(Penulis adalah pemain bridge dan pemerhati bulutangkis).

TINGGALKAN KOMENTAR