hadiyandra pssiJakarta, tribunolahraga.com – Sekjen PSSI Hadiyandra menegaskan undangan bagi peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta pada Minggu (17/3) sudah dikirim ke masing-masing pemilik suara yang berhak sesuai dengan hasil verifikasi.

“Semuanya sudah kami kirim. Namun ada satu yang belum sampai karena fax-nya bermasalah. Untuk yang lain sudah tidak ada masalah,” kata Hadiyandra di VIP Barat Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis.

Menurut dia, undangan yang belum sampai ke peserta karena terkendala pada fax adalah undangan untuk Pengprov Papua. Hanya saja pihaknya optisimistis permasalahan teknis ini bisa diselesaikan secepatnya.

Hadiyandra mengaku undangan yang dikirim khusus untuk pemilik suara sebanyak 100. Data ini sesuai dengan hasil verifikasi yang selanjutkan dibuatkan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

“Yang diundang sesuai dengan SK. Namun jika ditambah dengan peninjau serta undangan keseluruhan kurang lebih 300 undangan,” katanya menambahkan.

Mantan Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi menegaskan selain mengirim undangan kepada seluruh pemilik suara pihaknya juga memastikan kehadiran perwakilan FIFA yang akan meninjau KLB PSSI 17 Maret nanti.

Sebelumnya ada informasi jika perwakilan FIFA yaitu Marco Leal belum mendapatkan visa untuk masuk Indonesia, hanya saja Sekjen PSSI yang menggantikan Halim Mahfudz itu langsung meluruskannya.

“Sebelumnya memang ada masalah. Tapi tadi pagi sudah dibereskan. Selain Marco Leal yang akan datang ke Indonesia adalah Presiden federasi sepak bola Syprus,” kata Hadiyandra.

Sementara itu Menpora Roy Suryo menegaskan peserta yang akan hadir di KLB adalah sesuai dengan SK PSSI. Dengan demikian dinilai sudah tidak ada lagi polemik terkait penentuan pemilik suara.

“Benar. Yang diundang sesuai dengan SK yang ada,” katanya saat meninjau latihan timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Penentuan pemilik suara atau voters sebelumnya sedikit terjadi pertentangan di antara anggota Komite Eksekutif PSSI. Sedikitnya ada 18 pengurus provinsi PSSI yang dipermasalahkan karena sebelumnya terjadi pergantian pengurus.

Hanya saja, karena didasarkan pada KLB Solo, 9 Juli 2011 maka yang diundang adalah nama-nama peserta yang hadir dalam kongres yang saat itu memilih pasangan Djohar Arifin Husin-Farid Rahman serta sembilan anggota Komite Eksekutif lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR