JAKARTA – (TribunOlahraga.com)

Pengurus  Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) DKI Jakarta menyayangkan kebijakan KONI DKI Jakarta yang memberikan bantuan dengan angka fantastis ke beberapa cabang olahraga. Pasalnya, banyak cabang olahraga prioritas lain yang kesulitan mendapatkan dana bantuan dan harus berjuang keras untuk melakukan pembinaan.

Sebelumnya, KONI DKI diketahui telah menyetujui bantuan buat Pengprov PBSI DKI sebesar Rp 650 juta untuk penyelenggaraan Kejuaraan Bulutangkis ‘Sirkuit Nasional Jakarta Open 2013” berlangsung 13-18 Mei mendatang di Jakarta. Ditambah bantuan bagi keikutsertaan Pengprov PBSI DKI mengikuti Sirkuit Nasional di Kalimantan Timur, 24-30 Maret mendatang sebesar Rp 250 juta. Total KONI DKI akan menyalurkan dana sebesar Rp 900 juta buat Pengprov PBSI DKI meski tahun 2013 baru memasuki bulan keempat.

“Itu angka fantastis sekali. Saya berharap angka tersebut juga diberikan rata buat semua cabang olahraga yang mengajukan permohonan bantuan. Jika ini benar, saya bersyukur
karena sepanjang saya membina olahraga belum pernah KONI DKI memberikan bantuan partisipasi sebesar itu. Paling dibawah angka Rp 100 juta saja. Itu pun harus dengan berjuang. Saya dan pasti pengprov lain akan menanyakan hal ini dan berharap KONI DKI bersedia membagi-bagikan uangnnya ke kami,” ujar Mustara, Ketua Harian Pengprov PASI.

Anehnya, surat permohonan bantuan sebesar Rp 650 juta masuk 21 Maret dan sudah disetujui tanggal 22 Maret. Sedangkan surat bantuan untuk bantuan Rp 250 juta masuk tanggal 5 Maret disetujui tanggal 19 Maret. Berarti persetujuan buat kedua surat tersebut hanya berselang tidak sampai dua pekan. Padahal, para pengprov biasanya untuk mengajukan bantuan membutuhkan waktu berbulan-bulan dan paling disetujui tidak sampai setengahnya.

“Jika benar, saya menganggap sistem monitor dan penilaian percabang yang dilakukan KONI DKI tidak benar. Apalagi saya dengar, cabang taekwondo untuk menggelar penataran pelatih mendapat bantuan sampai Rp 193 juta. Luar biasa kebijakan KONI DKI,” kata Mustara menyayangkan.

Memang bantuan dengan angka fantastis tidak saja diberikan buat Pengprov PBSI saja. Pengprov PB TI DKI Jakarta juga mendapatkan rezeki dengan disetujuinya bantuan sebesar Rp 193 juta untuk penataran pelatih dan Rp 190 juta biaya uji coba tim pelatda taekwondo DKI ke Yogyakarta, 18-25 Maret lalu. Berarti sampai bulan Maret 2013 saja, PB TI akan digelontorkan bantuan sebesar Rp 389 juta.

Yang menjadi pertanyaan adalah semua bantuan tersebut, dan beberapa bantuan dana lain dengan angka fantastis terjadi sepanjang bulan Maret. Apalagi, bantuan fantastis tersebut dibagikan hanya untuk segelintir pengprov saja. Sementara, pengprov lain seperti tidak diperhatikan.
Sebagai contoh Pengprov PABBSI yang sudah mengajukan permohonan penggantian mengikuti kejuaraan di Bali. Surat pengajuan sudah dimasukkan sejak tiga bulan lalu, tapi hingga kini belum juga disetujui dibantu. Lucunya lagi, angka permohonan Pengprov PABBSI hanya sebesar Rp 50 juta saja.

Dikhawatirkan, pemberian bantuan fantastis tersebut memiliki tujuan terselubung. Apalagi KONI DKI akan mengggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov), 6 April mendatang. Apalagi dua pengprov yang diberi bantuan merupakan pendukung vocal dan loyal pada calon ketua umum incumbent, Winny Erwindia yang masih berambisi untuk maju kembali. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR