JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Meski gagal memenuhi target meraih gelar WGM, penampilan dua pecatur putri andalan Indonesia, WIM Chelsie Monica Sihite dan WIM Medina Wardah Aulia sudah maksimal.

catur-okHal itu disampaikan Ketua Panitia JAPFA Chess Festival 2013, Ir. Eka Putra Wirya, kepada wartawan usai penutupan Japfa Chess Festival 2013 di Gedung Serba Guna Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Jumat, (19/4) malam.

Menurut Eka, apa yang dicapai oleh Chelsie dan Medina patut diapresiasi kendati mereka belum mampu mewujudkan impianya meraih gelar WGM.

Pasalnya, lanjut Eka, kekuatan empat pecatur asing dan kedua pecatur kita ini sangat berimbang. Mereka saling mengalahkan dan itu terlihat hingga babak terakhir.

“Coba Anda lihat sendiri, sang juaranya baru  ditentukan di pertandingan terakhir. Tidak ada pecatur yang lebih dominan. Kekuatan enam pecatur boleh dikatakan berimbang,’’tambah Ketua Dewan Pembina PB.Percasi ini.

Eka juga menilai kegagalan Medina meraih gelar WGM dan Chelsie yang juga gagal meraih norma WGM kedua, lebih banyak dikarenakan factor non teknis saja.

Kegagalan ini justru harus membuat mereka harus lebih berlatih keras. Masih banyak waktu buat Medina dan Chelsie untuk mewujudkan impiannya itu.

=Alina Juara=

Sementara itu WGM Alina L`Ami tampil sebagai juara Women International Tournament di JAPFA Chess Festival 2013 ini. Alina yang berparas cantik itu mengumpulkan nilai 6 dari 10 babak yang dimainkan.

Satu poin yang menentukan Alina juara Women International Tournament di JAPFA Chess Festival 2013 ini diperoleh dari kemenangannya saat melawan WIM Natacha Benmesbah.

Sebenarnya, nilai yang diperoleh Alina sama dengan WIM Sophie Milliet karena pecatur asal Prancis ini bermain remis saat jumpa WGM Yulia Kotchetkova. Namun, Alina menang hitungan Sonneborn Berger, bukan Solkoff, karena kompetisi penuh.

Alina sendiri tak kuasa menyimpan rasa kegembiraannya setelah memastikan menjadi juara. Ia mengaku bangga atas keberhasilannya ini. Apalagi, keberhasilannya itu ditentukan pada kemenangan saat pertandingan terakhir.

‘’Jujur saja saya akui bahwa, turnamen ini sangat melelahkan. Bayangkan, selama empat hari berturut-turut harus main dua kali. Di dunia jarang ada pertandingan satu hari dua kali main,” kata Alina yang bersama tiga rekannya sibuk diajak foto terutama oleh para para pesrta Japfa Chess Festival ini.

Sementara itu, Chelsie Monica Sihite bertengger di posisi ketiga dengan nilai 5,5. Pada babak terakhir dia bermain remis dengan rekannya Medina Warda Aulia.

Chelsie berada di atas Yulia Kotchetkova (5), WIM Medina Warda Aulia (5) dan WIM Natacha Benmesbah (4,5).

Japfa Chess Festival yang berlangsung sejak 15 April itu ditutup secara resmi oleh Menpora, Roy Suryo. Turut hadir dalam upacara penutupan itu antara lain adalah Wakil Ketua Umum PB.Percasi GM Drs Utut Adianto, Eka Putra Wirya, Manajer PR PT Japfa Comfeed Arsyanti Alif dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB.Percasi Kristianus Lim.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR