JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Striker Persiba Mahmoud El Ali dicoret oleh PT Liga Indonesia dari daftar pemain Indonesia Super League (ISL). Pencoretan itu berkaitan dengan  skandal pengaturan skor yang melibatkan El Ali saat negaranya Lebanon melawan Qatar September silam.

CEO PT LI, Joko Driyono, mengatakan pihaknya terpaksa mencoret Ali karena FIFA  telah mengeluarkan larangan terhadap pemain asal Lebanon tersebut.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi memperluas hukuman kepada El Ali, terkait kasus pengaturan skor saat membela negaranya ketiga berlaga melawan Qatar, September silam. Pemain berusia 29 tahun itu diberi sanksi seumur hidup tak boleh tampil di semua ajang sepak bola di seluruh dunia.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Lebanon (FLFA), sudah memberikan hukuman kepada El Ali beserta 23 pemain lain yang terbukti bersalah pada Rabu (27/2/2013). Semua pesepak bola itu tak boleh terlibat dalam sepak bola di lingkup Lebanon seumur hidup.

Di lingkup FIFA, El Ali juga didenda 15.000 dollar AS (sekitar Rp 150 juta). Ia dinilai melanggar pasal 78 ayat 1 C dan pasal 136 peraturan disiplin FIFA. Selain El Ali, bomber Selangor (anggota Malaysia Super League/MSL), Ramez Dayoub, juga dijatuhi hukuman yang sama.

Di lain pihak, Djoko mengaku, pihaknya sudah mengetahui FIFA telah merilis larangan bermain bagi El Ali dalam lingkup internasional. Namun, hingga saat ini PT Liga Indonesia belum menerima surat resmi terkait larangan tersebut.

“Kami belum terima suratnya (larangan bermain bagi El Ali). Namun, kami pastikan pada putaran kedua ISL Mahmoud El Ali sudah tidak bisa tampil,” ujar Djoko di Jakarta, Jumat (26/4).

Joko menambahkan, Persiba saat ini mau tidak mau harus mencari pemain baru untuk menggantikan El Ali. Meski keputusan tersebut dinilai lambat karena FLFA telah mengeluarkan hukuman bagi El Ali sejak Februari lalu, Joko menjelaskan, pihaknya harus menunggu laporan dari FIFA terkait larangan bagi sang pemain.TOR-02

 

TINGGALKAN KOMENTAR