JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Muhaimin yang menjadi wasit dalam pertandingan antara Pelita Bandung Raya (PBR) kontra Persiwa Wamena yang diselenggarakan di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat pada Minggu (21/4) lalu siap di evaluasi oleh Komite Wasit.

Muhaimin, yang kala itu memimpin jalannya pertandingan, siap dievaluasi terkait kinerjanya saat memimpin laga berdarah itu. Kala itu Muhaimin memutuskan hukuman penalti untuk Persiwa yang mengakibatkan pemain Persiwa, Pieter Rumaropen, memukul dirinya hingga luka sobek dibagian bibirnya.

“Saya siap di evaluasi, jika ada undangan untuk melakukan evaluasi terhadap saya,” ucap Muhaimin saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (26/4).

Sebelumnya, Ketua Komite Wasit, Robertho Rouw, mengatakan berencana akan memanggil Muhaimin untuk dievaluasi terkait kepemimpinannya itu. Bila ia terbukti salah, Komite Wasit akan bertindak tegas untuk memberikan sanksi.

“Kalau memang saya bersalah, tidak mungkin saya sekarang ada di Malang untuk memimpin pertandingan pembuka ISL U-21 antara Arema U-21 dengan Gresik United U-21, Sabtu (27/4),” jawabnya.

Muhaimin juga telah dimintai keterangan oleh Komisi Disiplin (Komdis) terkait insiden itu. Setelah semuanya dibeberkan, akhirnya Komdis menjatuhkan hukuman untuk Pieter Rumaropen seumur hidup agar tidak boleh bermain sepakbola. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR