JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Apa komentar salah seorang pesepakbola terkenal asal Finlandia, Jari Litmanen yang pernah membela Barcelona mengenai mantan klubnya itu?

Di mata Litmanen, adakah kualitas Liga Spanyol (La Liga), Liga Inggris (Premier League) dan Liga Italia (Serie A) tengah mengalami pasang surut dibandingkan dengan Liga Jerman (Bundesliga) setidaknya dari prestasi di Liga Champions musim 2012/2013?

Litmanen, yang pernah membela Barcelona pada 1999–2001, mengatakan El Barca punya segudang pemain hebat, antara lain Leo Messi, Cesc Fabregas, dan Xavi, Puyol.

“Saya sendiri tidak mengenal Tito Vilanova, tetapi mereka punya stadion yang besar, tentu dilengkapi dengan akademi sepak bolanya (La Masia). Sungguh pengalaman luar biasa pernah bersama Barcelona,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat petang.

Litmanen pernah turun bermain bersama Barca sebanyak 21 laga dan mencetak tiga gol. Ia berada di Jakarta berkaitan dengan pemutaran film dokumenter mengenai perjalanan hidupnya sebagai pesepakbola profesional berjudul “The King, Jari Litmanen”.

Film itu diputar dalam Festival Film Eropa yang digelar di Jakarta pada 1-5 Mei 2013. Festival film itu akan digelar pada 3 sampai 12 Mei di tujuh kota, yakni Jakarta, bandung, Denpasar, Makassar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta.

Lebih lanjut, Litmanen mengakui bahwa Barcelona tetap sebagai salah satu klub tersohor di daratan Benua Biru.

“Barcelona punya kualitas. Saya sendiri mengagumi Leo Messi sebagai pesepakbola terbaik di dunia,” kata Litmanen yang tercatat sebagai salah seorang dari 53 gelandang serang terbaik di dunia menurut catatan Asosiasi para ahli statistik sepak bola Inggris (AFS).

Ketika menjawab pertanyaan soal kualitas La Liga dibandingan dengan Liga Inggris, Liga Italia dengan Bundesliga, ia menjawab, “Masing-masing liga punya tantangan berbeda. Mereka punya pemain gaya dan filosofi sepak bolanya sendiri-sendiri. Perbedaan antara liga-liga itu relatif sedikit.”

Litmanen juga pernah membela Ajax Amsterdam pada 1992–1999 di bawah asuhan manajer Loius van Gaal. Ia bermain sebanyak 159 laga dan mencetak 91 gol. “Banyak tantangan ketika bermain di Belanda. Saya menganggap van Gaal pelatih yang hebat sepanjang karier saya di sepak bola,” katanya.

Bersama Ajax pula, pemain asal Finlandia itu memenangi gelar Liga Champions pada 1995. Tahun itulah, Litmanen mengenyam masa keemasan kariernya di sepak bola.

Pada 2001 sampai 2002, ia menyebrang ke Liga Inggris dengan membela Liverpool. “Sepak bola Inggris demikian memesona. Saya sungguh menikmati pernah bermain di Inggris. Saya sungguh menyukai Liverpool,” katanya.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, ia mengemukakan bahwa atmosfer sepak bola di Inggris berbeda dengan di Belanda. Di Ajax, pintu seorang manajer senantiasa terbuka. Di Liverpool, tidak ada seorang pemain yang khawatir sedikit pun untuk berpikir bahwa pintu senantiasa terbuka guna mengutarakan segala pendapatnya.

Ia juga mengutarakan sejumlah tips menjadi pemain sepak bola berkelas dunia. “Berlatih dan berlatih terus. Anda harus punya semangat dan minat luar biasa. Jangan pernah mundur ketika menghadapi tantangan. Fokuslah hanya kepada sepak bola,” katanya.

Ia menganggap bahwa sepak bola sungguh perjalanan untuk mengeksplorasi segala hal, dari kebudayaan sampai kultur sepak bola sebuah negara.

“Untuk membangun sebuah klub yang tangguh perlu waktu relatif lama, bukan hanya satu atau dua tahun,” katanya juga. TOR-03

TINGGALKAN KOMENTAR