JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Enam anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dijatuhi hukuman oleh Komisi Disiplin PSSI memberikan perlawanan. Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin jadi sasaran.

Farid Rahman, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Tuty Dau, Mawardi Nurdin dan Widodo Santoso dijatuhi hukuman dipecat dari PSSI ditambah 10 tahun larangan berkecimpung dalam sepak bola nasional karena terbukti menyebarkan notulen rapat Exco palsu bertandatangan ketua umum Djohar Arifin Husin. Sang ketua umum sudah memberikan bantahannya.

Dua poin yang menjadi perlawanan enam Exco adalah keabsahan ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Panjaitan serta keyakinan mereka bahwa tanda tangan tersebut sah.

“Kami (Exco) tidak pernah melakukan pergantian Komisi Disiplin sebelumnya yang masih dijabat Bernhard Limbong,” kata Sihar Sitorus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/5/13).

Sihar juga mengatakan bahwa notulen yang diterbitkan tersebut berdasarkan rekomendasi Djohar dan tanda tangan yang dibubuhkan sang ketua umum adalah tanda tangan asli.

“Kami meminta Djohar mempertanggungjawabankan masalah pemalsuan tanda tangan yang dituduhkan kepada Farid, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Tuty Dau, Mawardi Nurdin dan Widodo Santoso,” ia menegaskan.

“Karena kebohongan Djohar yang menyebabkan semua masalah ini. Oleh karena itu Djohar harus keluar dan membersihkan nama baik kami. Jika tidak dilakukan, kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum,” demikian Sihar.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR