JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Sama-sama terluka, sama-sama ingin saling menghabisi dalam laga bola, agar di antara kedua tim ada yang keluar sebagai juara kemudian bertolak pinggang seraya berkata, “kami menang, anda kalah”. Itulah atmosfer yang berkecamuk di hati skuad Chelsea dan Benfica.

Baik Benfica maupun Chelsea sama-sama terdepak dari Liga Champions, kemudian kedua tim kini melambungkan asa dengan gagah berani berduel di final Liga Europa di Amsterdam Arena, Belanda, yang disiarkan oleh SCTV pada Kamis dinihari WIB.

Demi Tuhan…demi Tuhan, mengapa Chelsea menyambangi kegagalan demi kegagalan,  sampai-sampai sumpah serapah terus dialamatkan kepada manajer sementara The Blues, Rafael Benitez.

Benitez paham bahwa sebuah hukum besi sepak bola berlaku bahwa gagal membuahkan kejayaan bagi tim, silakan minggir. Waktu bakal menjadi pengadil bagi mereka yang suka memeluk jabatan. Meminjam bahasa gaulnya, tahu dirilah!

Chelsea gagal merenggut api juara dari gunung final Piala Dunia Antarklub, ternista di Piala Liga dan Piala FA, dan terpukul lebih awal di Liga Champions dengan status juara bertahan. Chelsea menjadi “bukan siapa-siapa” di tengah sirkuit perebutan gelar Liga Inggris (Premier League).

Saatnya, bagi Benitez mencuci nama dengan mendulang sukses di Liga Europa dengan mengalahkan Benfica, sebagaimana dikutip dari situs BBC.

Pelatih asal Spanyol itu terlanjur tidak populer di mata fans The Blues sejak menggantikan Roberto Mancini pada November. Kini saatnya ia memboyong trofi Europa ke Stamford Bridge, sebelum meninggalkan klub itu.

“Saya ingin menang dan jika saya memang menang maka saya boleh berbangga karena telah bekerja keras dalam situasi yang relatif sulit,” katanya.

“Bagi saya, senantiasa penting memenangi banyak trofi, dan bekerja bersungguh-sungguh. Orang bakal mengarahkan pandangannya ke arah panggung kompetisi ini kemudian menilai apakah kami telah bekerja dan beroleh hasil memuaskan,” katanya.

Jarum jam asa Benitez sedang meninggi untuk memenangi laga melawan Benfica. “Saya bekerja untuk Chelsea dan saya mencoba sebaik mungkin  melakoni setiap pertandingan dan setiap sesi latihan. Saya akan berusaha menang sampai akhir.”

Bagaimana  dengan kesipan pasukan Benitez? Eden Hazard bakal absen dalam laga ini karena masih dibekap cedera hamstring ketika Chelsea meladeni Aston Villa pada Sabtu.

Sementara, John Terry masih diragukan dapat turun karena masih dalam masa pemulihan dari cedera engkel ketika berlaga dalam laga yang sama.

Terry terlihat hanya berlari satu putaran lapangan ketika menjalani sesi latihan di Amsterdam Arena sebelum kembali ke ruang ganti.

Sedangkan Frank Lampard siap bertanding setelah mengukir prestasi gemilang dengan menjadi pencetak gol terbanyak dalam lintas sejarah Chelsea. Ia telah menjaringkan sebanyak 203 gol ketika The Blues menang 2-1 atas Villa.

Sementara, pelatih Benfica Jorge Jesus melambungkan rasa percaya diri lantaran timnya tengah meniti jalan terjal. Klub asal Portugal itu baru saja keok 1-2 dari Porto di ajang Liga Portugal. Klub ini kini bertengger di peringkat kedua, tertinggal satu poin dari Porto, dengan satu laga tersisa.

“Ini laga penting. Para pemain, sangat, sangat termotivasi. Mereka ingin meraih prestasi menjulang. Ini pertandingan yang penting dalam perjalanan karier saya di sepak bola,” katanya sebagaimana dikutip dari situs UEFA.

Jesus memompa semangat anak asuhannya dengan mengutarakan nukilan sejaran Benfica manakala masih diperkuat oleh legenda sepak bola Eusebio. Waktu itu Benfica mengalahkan Real Madrid 5-3. Musim sebelumnya, Benfica memukul Barcelona 3-2 di final piala Champions di Bern, Swiss.

“Benfica pernah menjadi tim yang bersinar dalam kurun 1960 dan 1970an,” kata Jesus. “Meski waktu dan tantangannya berbeda tapi kami berusaha meraih kejayaan masa itu. Kami akan disandingkan dengan Chelsea yang banyak dijagokan. Final adalah final, kami Benfica tentu akan tampil berbeda juga.”

Sementara, Lampard menyatakan, “Saya cukup beruntung dapat bermain di sejumlah laga final. Segala hal yang kecil dapat saja terjadi, perlu fokus dan konsentrasi. Yang penting, apa yang anda peroleh di akhir musim.”

Prakiraan susunan pemain

Benfica (4-2-3-1):
Arthur (penjaga gawang), Pereira, Luisao, Garay, Melgarejo, Matic, Perez, Salvio, Lima, Gaitan, Cardozo

Chelsea (4-2-3-1):
Cech (penjaga gawang), Azpilicueta, Cahill, Ivanovic, Cole, Luiz, Ramires, Oscar, Mata, Moses, Torres

Prediksi (Goal.com)
Benfica imbang dengan Chelsea FC (81,8 persen)

Prediksi Tiga besar
* Benfica 1-3 Chelsea FC (26,15 persen)
* Benfica 1-2 Chelsea FC (17,32 persen)
* Benfica 0-2 Chelsea FC (13,09 persen)

Head to Head
UEFA Champions League (UCL)     4 Apr 2012     Chelsea FC 2 – Benfica 1
UEFA Champions League (UCL)     27 Mar 2012     Benfica 0 – Chelsea FC 1

Lima laga terakhir     

Benfica
11 May 2013    Porto 2 – Benfica 1    POR1
6 May 2013    Benfica 1 – Estoril 1    POR1
2 May 2013    Benfica 3 – Fenerbahçe 1    EL
29 Apr 2013    Marítimo 1 – Benfica 2    POR1
25 Apr 2013    Fenerbahçe 1 – Benfica 0    EL

Chelsea FC
11 May 2013    Aston Villa 1 – Chelsea FC 2    EPL
8 May 2013    Chelsea FC 2 – Tottenham 2    EPL
5 May 2013    Manchester United 0 – Chelsea FC 1    EPL
2 May 2013    Chelsea FC 3 – Basel 1    EL
28 Apr 2013    Chelsea FC 2 – Swansea City 0    EPL

Pemain andalan kedua tim

Ó. Cardozo (Benfica)
Posisi:  Striker
Nomor punggung: 7

Pemain timnas Paraguay ini telah mengemas enam gol dalam delapan laga selama musim kompetisi di Liga Europa. Perannya begitu penting bagi Benfica untuk mencetak gol, terlebih memenangi laga ini. Pemain berusia 29 tahun ini punya catatan impresif ketika berlaga melawan tim-tim asal Inggris.

Striker ini punya kekuatan di kaki kiri utamanya ketika mengambil tendangan bebas. Pemain ini menjalin kerjasama ciamik bersama Salvio dan Gaitain. Jika Chelsea ingin menghadang pergerakan pemain ini maka perlu ada penjagaan ekstra.

David Luiz (Chelsea)
Posisi: Pemain bertahan
Nomor punggung:     4

Pemain asal Brazil ini punya peran penting ketika Chelsea menjalani laga semi-final melawan Basel. Ia mampu mencetak gol spektakuler baik di laga kandang maupun di laga tandang, yang menghantar Chelsea melaju ke babak final. Grafik penampilannya dari hari ke hari terus meningkat. Ia dapat mengambil posisi sebagai gelandang tengah di bawah daulat Benitez.

Pemain berusia 26 tahun itu bakal unjuk kemampuan, baik dari sisi kekuatan, ketrampilan dan kemampuan melepas operan untuk membantu Ramires. Perannya bakal krusial dalam laga di Amsterdam Arena.

Narasi Prediksi

Jorge Jesus mengantongi sejumlah strategi, antara lain mengembangkan gaya bermain yang mengandalkan operan-operan jitu tepat sasaran.

Sementara, Rafa Benitez akan mengandalkan dan mendayagunakan pemain-pemain bertalenta, seperti Juan Matta dan Oscar, meski tidak mengabaikan lini pertahanan.

Faktor Fernando Torres juga mempengaruhi ketajaman lini depan Chelsea. Pemain asal Spanyol diharapkan dapat mengancam lini pertahanan Benfica dengan pergerakan yang akhirnya berbuah gol.TOR-03

TINGGALKAN KOMENTAR