Pelatih Kepala Tim China Li Yongbo menegaskan bahwa mereka pantas menjuarai Piala Sudirman untuk kelima kalinya secara beruntun karena gelar juara tersebut adalah hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh pemain selama ini.

li-yong-boChina seperti dilaporkan wartawan TribunOlahraga.com, Suharto Olii dari Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, (25/5)  mengalahkan Korea Selatan dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Putra Bukit Jalil.

Pertandingan partai puncak yang diharapkan berlangsung ketat dan menarik tersebut di luar ternyata berlangsung antiklimaks karena China memenangi seluruh pertandingan dengan dua game langsung.

Akan tetapi, Li Yongbo menolak anggapan bahwa kemenangan mereka untuk kesembilan kalinya secara keseluruhan tersebut diraih dengan mudah.

“Kami tetap bekerja keras untuk meraih kemenangan sejak dari awal turnamen dan tidak mudah bagi kami untuk mendapatkannya. Sebelumnya, kami menang 3-2 atas Indonesia di perempat final dan 3-1 menghadapi Denmark di partai semifinal,” kata Li Yongbo usai pertandingan.

Li Yongbo juga menolak anggapan bahwa perempat final antara China dan Indonesia yang berakhir 3-2 untuk kemenangan China sebagai “real final”.

“Bagi saya perempat final tetap sebagai perempat final dan pertandingan menghadapi Korea tetap sebagai final,” kata Yongbo, mantan pemain ganda putra berpasangan dengan Tian Bingyi pada era 1980-an itu.

Yongbo juga menegaskan bahwa timnya memang bermain buruk sehingga pertandingn perempat final menghadapi Indonesia harus berlangsung ketat.

“Waktu itu Indonesia saya kira bermain lebih lepas dan tanpa tekanan, sementara kami tidak menampilkan permainan terbaik kami,” katanya.

Mengenai pertandingan final dengan Korea Selatan, Li Yongbo memuji penampilan ganda putra Liu Xiaolong/Qiu Zihan yang diturunkan menggantikan pasangan senior Cai Yun/Fu Haifeng.

Sebelumnya, Li Yongbo berpendapat bahwa Cai Yun/Fu Haifeng bisa diandalkan karena mereka sudah berpengalaman dan bisa mengatasi

“Ternyata Xiaolong dan Zhinan bisa bermain bagus dan itu di luar perkiraan saya karena mereka baru pertama kali tampil di Piala Sudirman,” kata pria yang suka sesumbar dengan kekuatan tim China itu.

Mengomentari keperkasaan China, pemain ganda Lee Hyung Dae mengatakan bahwa tidak ada yang harus dilakukan negara lain selain berlatih lebih keras lagi untuk mengatasi dominasi China pada masa yang akan datang.

“Saya kira Korea maupun negara lainnya harus bekerja lebih keras lagi lebih banyak menimba pengalaman agar bisa mengimbangi keperkasaan China,” kata Lee Hyung Dae yang mempunyai banyak penggemar gadis remaja itu.

TINGGALKAN KOMENTAR