JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Berangkat dari keprihatinannya atas semakin merosotnya prestasi tenis Indonesia belakangan ini, mantan ratu tenis nasional Yayuk Basuki akan menjaring petenis berbakat. Upaya itu akan dilakukan Yayuk melalui Turnamen Tenis Yunior Gasim Cup I

yayuk-basukiTurnamen yang menurut rencana akan digelar 24-30 Juni mendatang di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno Senayan Jakarta itu mempertandingkan kelompok umur 12, 14 dan 16 tahun.

‘’Jujur saja saya prihatin dan sedih melihat prestasi petenis kita semakin menurun. Ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut karena tenis kita semakin ketinggalan,’’kata Yayuk Basuki dalam jumpa wartawan di Hotel Century Park Senayan Jakarta, Kamis, (30/5).

Yayuk yang pernah menembus posisi 19 besar dunia itu lebih jauh mengatakan untuk mengembalikan masa jaya tenis Indonesia tidak mungkin dibebankan kepada PB.Pelti.

‘’Jadi semua pemangku kepentingan di tenis harus terlibat agar beban itu menjadi tanggungjawab bersama. Saya yakin tenis Indonesia akan kembali mencapai kejayaannya asalkan semua komponen masyarakat dilibatkan,’’kata suami mantan petenis nasional Suharyadi ini.

Oleh karenanya, lanjut dia, di kelompok usia seperti ini membutuhkan banyak event tenis untuk mengasah kemampuan para petenis muda.

Ia mengharapkan sebanyak 300 petenis junior dari seluruh Indonesia akan ikut berpartisipasi di turnamen ini. Target tersebut diharapkan bisa tercapai karena jadwalnya bersamaan dengan liburan sekolah.

Sesuai dengan peraturan International Tenis Federation (ITF), turnamen junior tidak dibolehkan memberikan hadiah fresh money sehingga dalam turnamen tersebut hadiah akan berupa beasiswa pembinaan untuk regenerasi pemain.

Ini adalah turnamen pertama Yayuk setelah tiga tahun vakum dan sudah mendapatkan persetujuan dari Pelti agar para pemain junior yang mengikuti event tersebut mendapatkan peringkat poin.

Hal senada juga disampaikan penggagas sekaligus penyandang dana turnamen ini, Rudy Gasim. Menurut pengusaha sukses di bidang batubara ini, pembinaan tenis di tanah air sudah semestinya digalakkan.

‘’Saya dan Yayuk memang punya rasa keprihatinan yang sama yakni sedih melihat kondisi pertenisan Indonesia belakangan ini. Saya tergerak untuk membantu PB.Pelti,’’kata Rudi.

Sementara itu Ketua Umum PB.Pelti Maman Wiryawan menyambut baik upaya Yayuk Basuki dan Rudi Gasim menggelar turnamen yunior ini.

‘’Secara pribadi saya salut dan bangga karena ternyata masih ada orang ‘’gila’’ seperti Pak Rudi Gasim yang peduli terhadap pertenisan Indonesia,’’kata Maman.

Dikatakannya, PB.Pelti pun sekarang memang tengah focus pada pembinaan usia muda karena gap prestasi antara petenis elit dan di bawahnya sangat jauh.

‘’Terus terang saya ini menerima warisan dari kepengurusan Pelti yang lalu dalam kondisi memprihatinkan. Selain pembinaan lemah, PB Pelti secara organisatoris juga tidak memiliki hubungan baik dengan sponsor. Nah  saya akan membenahi ini semua secara bertahap,’’tutur kakak kandung Ketua Umum PBSI Gita Wiryawan ini. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR