JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Legenda hidup sepak bola dunia asal Argentina, Diego Armando Maradona, akan mengunjungi Indonesia pada 18-21 Juni mendatang. Kedatangan sang legenda itu dalam rangka membagi ilmu bagaimana menggiring bola kepada anak-anak Indonesia.

MaradonaKedatangan mantan kapten timnas Argentina di Piala Dunia 1986 Meksiko (Argentina juara-red) itu ke Indonesia atas prakarsa BASRI (Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia) yang bekerja sama dengan Isran Noor sebagai Ketua Umum Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia)..

Ketua Umum BASRI Eddy Sofyan yang menjadi promotor kedatangan sang legenda itu dalam jumpa wartawan di Hotel Sultan Jakarta, Kamis, (13/6) petang  mengatakan, Maradona akan menyambangi empat kota di Indonesia yakni Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar.

Dipilihnya keempat kota itu, lanjut Eddy, didasarkan oleh faktor sejarah sepakbola Indonesia. Keempat kota tersebut pernah melahirkan pemain-pemain besar diantaranya, Jakarta (Sutjipto Suntoro, Iswadi Idris, Bob Hippy), Medan (Nobon, Anjas Asmara), Surabaya (Subodro, Rusdy Bahalwan) dan Makassar (Ramang, Maulwi Saelan).   .

“Kami ingin Maradona bisa mentransfer ilmunya kepada anak-anak. Saya bersama teman-teman mantan pemain yang berada di Basri sebetulnya ingin bertanding dengan dia. Namun, kami menyingkirkan ego, maka kedatangan Maradona lebih diutamakan untuk anak-anak,” kata Eddy yang juga dikenal sebagai komentator sepakbola yang andal itu..

Selama berada di Indonesia, mantan pemain yang pernah dijuluki si “Tangan Tuhan” itu akan memberikan pengalamannya melalui seminar, coaching clinictango football, dan gala dinner. .

Maradona akan menceritakan pengalamannya melalui seminar untuk 200 peserta dengan biaya Rp 5 juta per orang, khusus untuk wilayah Jakarta. Di luar Jakarta, peserta akan dikenakan biaya Rp 2 juta per orang.

Maradona juga akan mentransfer ilmu kepada anak-anak usia 8-15 tahun melalui coaching clinic. Khusus di Jakarta, setiap anak dikenakan biaya Rp 2 juta untuk mengikuti sesi ini. Adapun di luar Jakarta, biaya peserta coaching clinic ditetapkan sebesar Rp 1 juta per anak.

Dalam kesempatan itu Eddy juga mengungkapkan nilai uang fee untuk sang legenda. Menurut dia, pihaknya mengeluarkan uang fee senilai 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp.10 miliyar.

‘’Terus terang kami tidak melihat nilai komersilnya karena misi saya dan BASRI ini adalah lebih pada pembinaan usia muda. Dan Maradona sangat peduli dengan pembinaan usia muda,’’papar pria yang dekat dengan Menteri Perhubungan EE Mangindaan ini.

Mengenai pengamanan, Eddy mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Eddy tak mau ambil risiko karena Maradona adalah legenda yang memiliki banyak penggemar di dunia. Kedatangannya di setiap negara selalu dijamu oleh Kepala Negara atau Raja.

Di Indonesia sendiri, menurut Eddy akan diupayakan untuk dipertemukan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.’’Kami sudah melakukan koordinasi dengan Sekneg dan mudah-mudahan Pak SBY ada waktu dan berkenan menjamu Maradona,’’tutur Eddy. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR