JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Taufik Hidayat bisa dibilang merupakan salah satu pebulutangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Menantu Agum Gumelar itu memutuskan mengakhiri karier profesionalnya setelah turnamen Indonesia Open. Sayangnya, Taufik gagal menutup perjalanan emas kariernya dengan gelar juara.

Taufik secara tragis harus tersingkir di putaran pertama Indonesia Open setelah setelah kalah dari pebulutangkis India Sai Praneeth, Rabu 12 Juni 2013 malam WIB. Padahal Taufik dikenal sebagai Raja Indonesia Open. Dia sudah enam kali menjuarai Indonesia Open sepanjang kariernya di tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.

Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah itu mulai mengenal bulutangkis pada usia tujuh tahun. Pertama kali Taufik meraih gelar juara pada Kejuaraan Piala Aqua di Solo pada usia 13 tahun. Taufik memulai kariernya di di klub Sangkuriang Graha Sarana (SGS) Elektrik Bandung. Di sana ia dilatih mantan pebulutangkis nasional Iie Sumirat. Bakat Taufik makin terasa di sana. Pada usia 18 tahun, Taufik mampu mencapai final All England sebelum dikalahkan Peter Gade pada tahun 1999.

Setahun berikutnya Taufik kembali ke final All England, sayang pemain Cina, Xia Xunjie menggagalkannya untuk merebur gelar dalam turnamen tertua di dunia itu.

Memasuki awal tahun 2000-an Taufik meraih masa kejayaannya. Berbagai ajang bergengsi mampu dijuarai Taufik, begitu juga saat membela Indonesia. Menjadi ujung tombak ketika tim Indonesia sukses mempertahankan Piala Thomas tahun 2000 di Kuala Lumpur, Malaysia dan  2002 di Guang Zhou, Cina. Medali emas di dua kali Asian Games masing-masing 2002 di Busan, Korsel dan 2006 di Doha Qatar. Pada tahun 2004 Taufik mencapai puncak prestasinya dengan merebut medali emas Olimpiade Athena, Yunani. Setahun kemudian Taufik menjadi juara dunia di Annaheim, AS.

Pria 31 tahun itu juga cukup lama menjadi pemain nomor satu dunia. Keberhasilan Taufik itu tak lepas dari kelebihannya pada backhand dan jumping smash keras, drop shot akurat, footwork yang rapih serta permainan net yang mematikan. Suami Ami Gumelar itu bahkan mencatatkan rekor jumping smash pada Kejuaraan Dunia 2006 saat menghadapi Ng Wei dengan kecepatan 305 km/jam. Rekor itu masih bertahan sampai sekarang.

Dalam perjalanan kariernya, Taufik juga tak lepas dari kontroversi. Taufik dikenal hanya mau dilatih oleh Mulyo Handoyo, pelatih yang membantunya merebut emas Olimpiade. Di luar karier bulutangkis, Taufik juga dikenal sebagai pria playboy. Wajah rupawannya membuat banyak wanita cantik dekat dengan Taufik. Sejumlah artis seperti Nola, Deswita Maharani, dan Linda Rahman pernah berpacaran dengan Taufik sebelum akhirnya menikahi Ami pada 4 Februari.

Kini Taufik sudah benar-benar berhenti sebagai pebulutangkis profesional. Meski sudah pensiun, Taufik akan tetap membantu pembinaan bulutangkis di Indonesia dengan membuka Taufik Hidayat Arena. Jasa besar Taufik dalam dunia bulutangkis membuatnya akan dikenang sebagai legenda. Good Bye Taufik! TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR