JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pencapaian kontingen Indonesia di Asian Indoor & Martial Arts Games (AIMAG) IV yang berlangsung di Incheon, Korsel, 26 Juni-6 Juli lalu cukup menggembirakan, Meski hanya merebut 1 medali emas, 3 perak dan 2 perungguh, hasil itu dinilai cukup membanggakan karena levelnya sudah Asia.

AIMAG-IVDemikian pernyataan Komandan Kontingen Indonesia untuk AIMAG IV Haryo Yuniarto kepada wartawan setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu, (7/7)

Medali emas diraih dari cabang renang di nomor 50 m putra. Sedangkan perak dan perunggu disumbangkan dari cabang renang, boling, serta catur.

Kedatangan kontingen AIMAG Indonesia yang berkekuatan 71 atlet dan ofisial itu disambut para petinggi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) diantaranya Achmed Solichin dan Nyonya Puspa Cheppy Hakim.

Haryo Yuniarto  mengaku bangga dengan prestasi  para atlet Indonesia yang mampu bersaing dengan negara-negara Asia lainnya di ajang itu.

“Para atlet patut mendapat apresiasi. Karena prestasi mereka sungguh membanggakan. Semula, kami menargetkan hanya cabang renang dan boling yang mampu meraih medali. Ternyata cabang lainnya seperti catur  juga mampu menyumbangkan medali,” papar Haryo Yuniarto yang juga Ketua Badan Pembina Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) itu.

Selain itu, kata dia, yang lebih membanggakan adalah tim futsal putri Indonesia yang berhasil menembus babak semifinal. Meski pada perebutan tempat ketiga dikalahkan tim  Thailand.

Pada pertandingan di cabang catur di Yonsei University International Campus di kota Incheon, Korea Selatan, melalui pertarungan menegangkan sebanyak tujuh babak, tim catur beregu campuran Indonesia menyumbangkan medali perunggu setelah menumbangkan tim Uzbekistan 2,5-1,5.

Tim Indonesia yang terdiri dari GM Susanto Megaranto, MF Hamdani Rudin, WGM Irine Kharisma Sukandar, WIM Medina Warda Aulia, dan WIM Chelsie Monica Sihite, melangkah ke semi final setelah dalam babak penyisihan sistem Swiss sebanyak lima babak berada di peringkat ke-4 di bawah Cina yang menggantongi lima kemenangan penuh (10 MP), dan tiga tim lainnya sama membukukan 7 MP bersama Uzbekistan dan Vietnam.

Tujuh poin kemenangan regu itu diperoleh tim Indonesia melalui dua kemenangan dan tiga kali seri. Pada babak pertama Indonesia menundukkan Syria 3-1, lalu tiga kali berturut-turut bermain seri 2-2 melawan Uzbekistan, India, dan Qatar. Lalu di babak kelima yang sangat kritis Indonesia memukul Mongolia 3-1.

Di semi final yang menggunakan sistem silang, Indonesia harus berhadapan dengan tim juara penyisihan Cina yang bertabur juara dunia. Tidak seperti di catur cepat di mana Indonesia mampu menahan Cina 2-2. Kali ini Indonesia takluk 0,5-3,5.

Hanya Medina di papan empat yang mampu menahan juara dunia junior (KU20) putri 2012 WGM Guo Qi. Susanto di papan satu ditaklukkan GM Ding Liren, Hamdani ditundukkan GM Yu Yangyi, sedang Irine kembali ditaklukkan juara dunia catur wanita 2010-2012 GM Hou Yifan.

Dalam pertarungan memperebutkan medali perunggu, tim Indonesia berhasil menang tipis 2,5-1,5 atas tim Uzbekistan. Poin tim Indonesia pertama-tama disumbangkan Medina di papan empat atas WFM Gulrukhbegim Tokhirjonova, lalu Susanto di papan satu mencetak angka kedua atas GM Anton Fillipov. Hamdani di papan dua menyerah dari GM Marat Dzhumaev. Sedang setengah angka terakhir direbut Irine dari WGM Nafisa Muminova melalui langkah bolak-balik setelah kedua jam mereka tinggal hitungan beberapa detik saja.

Medali emas direbut Vietnam yang diperkuat juara dunia catur kilat 2013 GM Lee Quang Liem dengan menundukkan Cina 2,5-1,5. Cina hanya mendapat perak di nomor catur kilat beregu campuran ini. TOR-02

 

TINGGALKAN KOMENTAR