PALEMBANG-(TribunOlahraga.com)

Kepanitiaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 yang akan berlangung di Palembang, 22 September-1 Oktober, belum terbentuk lantaran menunggu payung hukum berupa surat Keputusan Presiden.

ISG1“Hingga kini susunan kepanitiaan Islamic Solidarity Games belum terbentuk, meski demikian berbagai komponen terkait seperti Kemenpora, Pemerintah Provinsi Sumsel, KONI, dan KOI, sudah bekerja setelah ditetapkan beralih ke Sumsel,” kata Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Maryamah Bustam di Palembang, Jumat.

Ia mengemukakan, payung hukum berupa Keppres yang dinantikan Pemerintah Provinsi Sumsel terkait penetapan sebagai tuan rumah ISG menggantikan Provinsi Riau dapat dijadikan dasar dalam mengambil berbagai kebijakan, termasuk membentuk kepanitiaan.

“Sebenarnya, rancangan susunan kepanitian sudah ada, tapi untuk pengesahannya masih menunggu Keppres,” ujarnya.

Ia menerangkan, kepanitiaan ISG itu akan sebagian besar didominasi Sumber Daya Manusia lokal asal Sumsel yang menjadi tuan rumah.  Meski demikian terdapat pula unsur dari pemerintah pusat yang bertindak sebagai penanggung jawab.

“Bisa dikatakan hampir 90 persen susunan kepanitiaan akan berasal dari Sumsel karena berkaitan dengan hal-hal teknis,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengklaim bahwa draf Keputusan Presiden (Keppres) perubahan lokasi ISG 2013 dari Riau ke Sumatera Selatan, sudah masuk ke Presiden.TOR-02

 

TINGGALKAN KOMENTAR