JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menegaskan adanya dualisme di berkuda khususnya berkaitan dengan organisasi equestrian di Indonesia yaitu Equestrian Indonesia (EQINA) dan Equestrian Federation of Indonesia (EFI) harus diakhiri.

Rita-SubowoNamun untuk mengakhiri dualisme itu tentu tak semudah membalikkan telapak tangan karena keduanya sulit dipertemukan. Padahal itu adalah langkah terbaik untuk mengawali proses penyelesaikan dualisme equestrian di Indonesia.

“Harusnya mereka bertemu dan membicarakan masalah-masalah mendasar yang membuat terjadinya dualisme itu. Dari situlah baru akan bisa dicarikan jalan keluarnya. Kalau sekarang ini, terus terang, kami tidak bisa apa-apa, karena kedua kubu, sama-sama mengklaim sebagai yang benar,” ujar Rita Subowo di sela-sela buka puasa KOI di Kantor KOI, FX Mall, Jakarta, Kamis (18/7).

Menurut Rita, sejauh ini, baik EQINA maupun EFI tidak pernah bertemu untuk menyelesaikan masalahnya. Mereka hanya saling mengklaim dan ‘berteriak’ melalui media massa.

“Jadi masalah itu hanya bisa diselesaikan oleh masyarakat equestrian Indonesia. Saya yakin kalau mau bertemu dan berdiskusi terkait apa yang terjadi, pasti akan ada jalan keluar. Tetapi itu pun kedua belah pihak harus mengedepankan kepentingan nasional bukan kepentingan kelompok,” tegas Rita.

Seperti diketahui, saat ini, EQINA dan EFI tengah adu kuat memperebutkan hak pengelolaan dan pembinaan olahraga equestrian di Indonesia. Akibat perpecahkan itu, persiapan equestrian menuju SEA Games 2013 di Vietnam menjadi kurang maksimal. Pasalnya, para atlet yang kini bergabung di EQINA telah dijatuhi sanksi oleh EFI, sebagai federasi yang akui FEI, federasi equestrian internasional.

Perbedaan itu semakin melebar dengan diterimanya EFI menjadi anggota resmi KONI Pusat dalam Munasorlub KONI di Bandung awal tahun 2013 ini. Bahkan pengurus EFI pun telah dilantik Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, meski sejauh ini, EFI belum memiliki perwakilan di setiap provinsi.

Di sisi lain, EQINA yang memilih berada sebagai komisi equestrian di Pordasi, juga telah diakui sebagai anggota KOI. Bahkan secara organisasi, dengan melekatnya EQINA di Pordasi, maka otomotis seharusnya EQINA juga telah diterima sebagai anggota KONI. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR