JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

PSSI berencana melunasi sisa gaji mantan pelatih Timnas, Alfred Riedl, yang dipecat secara sepihak pada 2011 lalu.

PSSI memecat secara sepihak Riedl pada 14 Juli 2011 lalu, atau sesaat setelah Djohar Arifin naik sebagai Ketua Umum. PSSI kala itu beralasan bahwa kontrak pelatih berkebangsaan Australia itu cacat.

Riedl sendiri tak mempermasalahkan pemecatan itu. Tetapi, dia tak terima karena PSSI tak membayarkan sisa gajinya. Riedl kemudian mengadukan kasus ini kepada Court of Arbitration for Sport (CAS) Januari lalu. Lewat Rapat Komite Eksekutif 24 Juli lalu, FIFA memutuskan memenangkan gugatan Riedl.

“Kasus Riedl sudah diputuskan dan harus dibayar. Kalau tidak salah, PSSI harus membayar USD 120 ribu (1,23 miliar Rupiah) atau 140 ribu (1,43 miliar Rupiah) kepada Riedl,” ujar Sektertaris Jendral (Sekjen) Joko Driyono dalam jumpa pers di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (29/7/2013) WIB.

Mengenai batas waktu pembayaran kompensasi itu, Joko merasa tenggat waktunya sudah terlewat. Namun, Joko optimistis Indonesia akan tetap mendapat keringanan.

“Keputusan itu biasanya melewati legalnya. Jika tidak sesuai, akan masuk ke Komisi Disiplin FIFA dan FIFA akan menggelar sidang lagi. Bisa saja, PSSI juga mendapatkan hak-haknya,” kata Joko.

Setelah dipecat, PSSI kemudian memberikan jabatan pelatih Timnas kepada Wim Rijsbergen. Namun, pelatih berkebangsaan Belanda itu tak menjabat lama.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR