JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Mantan pebulu tangkis nasional Candra Wijaya mengatakan sukses merebut dua gelar di kejuaraan dunia beberapa waktu lalu di Guangzhou Cina, diharapkan menjadi momentum penting untuk bangkinta prestasi bulutangkis Indonesia. Oleh karenanya pembinaan bulutangkis tak boleh berhenti.

Candra-WijayaPernyataan Candra Wijaya ini disampaikan dalam jumpa pers khusus menjelang digelarnya Turnamen Bulutangkis khusus ganda putra yang dia gagas sendiri di Jakarta, Kamis, (15/8). Candra Wijaya kembali menggelar turnamen bulu tangkis khusus ganda putra yang bertajuk “5th Yonex-Sunrise Mens Doubles Championships” pada 21-24 Agustus 2013 di GOR Bulu Tangkis Asia Afrika, Gelora Bung Karno Jakarta.

Menurut Candra, pelaksanaan turnamen ini dirasa tepat dengan berhasilnya ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan meraih gelar Juara Dunia beberapa waktu lalu.

“Prestasi ganda putra Indonesia yang membanggakan bisa membawa angin segar dan hal positif untuk perbulu tangksan nasional. Melalui turnamen ini bisa menjadi tolak ukur dan pemantauan sehingga kita bisa terus menciptakan ganda putra yang handal,” kata Juara Dunia 1997 bersama Sigit Budiarto itu, di Jakarta, Kamis.

Menurut Candra, sektor ganda putra cukup banyak memberikan gelar bergengsi kepada Indonesia. Terhitung delapan ganda putra mempersembahkan gelar Juara Dunia antara lain, Tjun Tjun/Johan Wahyudi (1977 di Malmoe, Swedia, Christian Hadinata/Ade Chandra (1980 di Jakarta), Gunawan/Ricky Soebagdja (1993 di Birmingham, Inggris).

Kemudian pada 1995, Ricky kembali meraih gelar juara dunia bersama pasangannya, Rexy Mainaky di Lausanne, Swiss, disusul Candra Wijaya/Sigit Budiarto (1997 di Glasgow, Skotlandia), Tony Gunawan/Halim Haryanto (2001 di Sevilla, Spanyol), Markis Kido/Hendra Setiawan (2007 di Kuala Lumpur, Malaysia), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (2013 di Guangzhou, China)

“Sehingga turnamen ini sangat tepat untuk menjaga supremasi Indonesia di sektor ganda putra,” tambahnya.

pada kesempatan yang sama hadir pula para Juara Dunia seperti Gunawan dan mantan pasangan Candra, Sigit Budiarto yang turut memberi dukungan pada turnamen berhadiah total 25000 Dollar AS itu.

“Ini satu-satunya pertandingan kejuaraan khusus ganda putra, dengan ini bisa jadi tolak ukur dan menciptakan ganda putra terbaik di masa depan. Dan dengan datangnya pemain dari luar negeri juga bisa memacu pemain kita,” ujar Sigit.

Hal senada disampaikan Gunawan yang datang khusus dari Amerika Serikat. Ia pun berharap sektor lain khususnya tunggal putri, ganda putri, dan tunggal putra Indonesia kembali bangkit dari keterpurukan.

“Apa yang dilakukan Candra banyak menelurkan pemain berbakat sehingga generasi Indonesia bisa terus berkesinambungan. Tetapi harapannya tidak hanya disektor ganda putra dan ganda campuran yang menjadi andalan, di sektor tunggal putri, putra dan ganda putra juga,” tutur Gunawan yang kini berprofesi sebagai pendeta dan pelatih bulu tangkis di klub Orange County Badminton Club.

Turnamen yang sudah digelar untuk ke-lima kalinya itu diikuti sebanyak 240 pasangan dari 57 klub termasuk dari klub yang sebagian besar dari Pulau Jawa, lalu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bengkulu, Jambi, bahkan pemain dari klub luar negeri seperti Malaysia, Prancis, dan Amerika.

“Tahun ini tambah satu kategori dari usia 13 tahun selain usia 15 tahun, 17 tahun, dewasa dan veteran,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Rosiana Tendean, yang juga mantan atlet nasional.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR