JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggandeng Kementerian BUMN untuk meningkatkan dan mengembangkan prestasi olahragawan di tingkat internasional.

Kemenpora-KONI-Gandeng-BUMNNota kesepahaman kerja sama itu ditandangani oleh Menpora Roy Suryo, Ketum KONI Pusat Tono Suratman dan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Roy Suryo mengatakan, melalui kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi olahraga di tingkat internasional.

“Kita mengalami sebuah persoalan di mana ini tidak sederhana untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga di level internasional, di mana sesuatu yang dilakukan dengan baik memerlukan sedikit biaya,” kata dia.

Atlet Indonesia akan bertanding di ajang SEA Games tahun 2013 dan 2015, Asian Games 2014 serta Olimpiade 2016.

“Itu tidak bisa dibiayai oleh APBN karena keterbatasan dana, terutama karena anggaran Kemenpora sangat terbatas, anggaran di Kemenpora sangat kecil dan terbatas dan itu pun harus dibagi kepada kegiataan kepemudaan dan olahraga,” ujar dia.

Sementara itu, Tono Suratman mengatakan Nota Kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman sebelumnya dalam program yang dinamakan “Indonesia Emas”.

“Dengan penandatanganan ini akan memperjelas dan mempererat dukungan dari BUMN, tapi juga memunculkan dukungan dari swasta. Ini sesuai dengan instruksi Pak Menteri, ayo Pak Tono kita dukung olahragawannya bukan PB – nya,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama Dahlan Iskan mengatakan melalui Nota Kesepahaman tersebut, Kementerian BUMN menunjukkan semangatnya dalam turut membangun bangsa terutama di bidang olahraga.

“Kementerian BUMN akan mendorong BUMN untuk memberikan bantuan kepada para olahragawan Indonesia yang berpotensi mendapatkan medali,” tuturnya.

Menurut dia, bantuan tersebut mencakup pembinaan kepada olahragawan, bantuan pendidikan, pelatihan, peningkatan kesehatan, peralatan, termasuk pelatih.

“Saya minta maaf kepada Pak Tono mestinya uang ini cair beberapa bulan yang lalu, ternyata ini harus dikoordnasikan secara lebih birokrasi dengan Kemenpora karena tidak bisa harus ke KONI langsung. Ya sudahlah, akhirnya dilakukan MoU ini agar dana tersebut bisa cair. Dana olahraga tidak bisa ditunda-tunda karena ada yang namanya puncak penampilan itu tidak boleh lewat,” tukasnya.

Menurut dia, BUMN harus mendanai olahragawan Indonesia dengan semangat sistemnya bisa dengan sponsor di mana bisa dijual sebagai prestasi perusahaan masing-masing.

“Seharusnya ada sejumlah daftar dari cabang olahraga yang berpotensi mendapatkan medali. Bisa saja yang potensi itu tidak dapat, tapi kalau disponsori bisa mencapai prestasi itu, sehingga di SEA Games nanti kita plot berapa medali di SEA Games, siapa atlet yang berpotensi dan bagaimana mendukung atlet tersebut agar tampil maksimal,” ujar Dahlan.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR