JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Ojibwe Forests Rally sarat dengan debu! Lintasan sepanjang 330 kilometer yang terbagi dalam 16 Special Stage (trayek khusus) yang harus dilalui peserta Rally Amerika putaran 6 ini dikeluhkan oleh seluruh peserta sejak awal lomba.

Selepas start, pereli langsung berhadapan dengan debu yang sangat tebal, akibat dari pacuan mobildidepan, karena tidak ada angin dan di bawah pepohonan yang sangat rapat dengan cuaca panas hingga 36C , debunya tidak turun walaupun jarak antar peserta 2 menit, mengakibatkan peserta tidak dapat memaksimalkan acuannya, bahkan terkadang harus merayap dan berhenti .

Masalah debu ini, juga dikeluhkan oleh David Higgins, Antoine L’Estage dan para pereli lainnya. Hanya Ken Block, sebagai pereli dengan urutan start pertama yang tidak mengalaminya. David Higgins sendiri sampai menyatakan bahwa tidak masalah bagi dirinya apabila Ken Block menjadi yang tercepat di seluruh Special Stage pada hari pertama, tetapi yang menjadi masalah terbesar bagi dirinya adalah debu yang beterbangan tetap tidak turun meski 3 peserta terdepan telah mendapatkan prioritas distart 3 menit dari peserta terdepan.

Pereli Indonesia Rifat Sungkar bersama Fastron World Rally Team yang distart diposisi ke 6 di leg 1 sempat harus berhenti sampai 5-8 kali disetiap SS dihari pertama karena jarak pandang hanya 3 meter. Terlebih lagi saat 3 Special Stage dimalam hari, dimana seluruh peserta harus menggunakan lampu, sinar lampu dari kendaraan seperti menyorot tembokdebu.

Di hari kedua (leg 2), kondisi lintasan sangat berbeda dengang leg 1. Seluruh peserta dapat memacu kendaraan dengan maksimal. Rifat Sungkar /Steve Lancaster dapat menunjukkan sebagai pereli papan atas. 2 kali berada di posisi 2 tercepat setelah Ken Block dan 3 kali di posisi 3 tercepat, posisi Rifat naik ke posisi 6 Overall dan ke 4 Open Class.

Setelah menyelesaikan 2 Super Special Stage, Fastron World Rally Team kemudian menuju tempat dilaksanakannya SS9 Anchor Mattson yang berjarak sekitar 100 kilometer dalam cuaca panas, 36°C dan kelembaban tinggi. Di awal lomba, sebenarnya Rifat bersama dengan tim mekanik dari Libra Racing sudah mengidentifikasi adanya kendala di mesin akibat terlalu banyaknya debu yang masuk ke mesin. Untuk mengatasinya FWRT sudah membawa pompa vacuum untuk membersihkan mesin akibat adanya debu yang masuk bersama dengan udara, dan menggantikan air radiator yang habis akibat temperatur mesin yang terus meningkat.

Di SS9 Anchor Mattson sepanjang 15,95 km lagi-lagi Rifatberhasil menorehkan waktu yang baik. Rifat mencatatkan waktu 8 menit 53 detik, tercepat ketiga, di bawah David Higgins dan Ken Block. Setelah itu, pereli Fastron World Rally Team ini tetap memperlihatkan konsistensi dalam berjuang mencapai yang terbaik di SS10 Sugar Bush. Walaupun lintasan yang dilalui sudah tidak terlalu berdebu seperti di hari pertama, tetapi lintasan di SS10 ini cukup sempit dan tidak rata. Rifat bersama dengan pereli Amerika Adam Yeoman menjadi yang tercepat ketiga dengan catatan waktu 9 menit 20 detik. Hasil dari kerja kerasnya, setelah menyelesaikan SS10 posisi Rifat di klasmen umum kembali naik 2 peringkat menjadi ke 6 dan ke 4 di Open Class.

Selama bertarung di SS9 dan SS10, Fastron World Rally Team sudah tidak menggunakan Anti Lag System (ALS) yang berguna untuk memutar turbo lebih awal. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan akselerasi yang lebih cepat sekaligus untuk menghindari temperatur mesin naik terlalu cepat. ”Walaupun mobil kekurangan tenaga, tetapi catatan waktu kami sangat baik, sehingga peringkat kami naik ke posisi 6 overall dan posisi 4 Open Class” kata Rifat.

Di SS11 Waptus, walaupun sudah mengurangi tenaga mobil sebanyak 40% dan tidak menggunakan ALS, temperatur mobil yang di special stage sebelumnya dapat terkontrol, akhirnya terus meningkat dan mengakibatkan head gasket atau juga yang sering disebut packing gasket kendaraan putus karena sudah tidak ada air yang tersisa.“Akhirnya mesin menyerah juga dan kami terpaksa menepi, keluar dari lintasan dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Kita sudah berjuang dengan maksimal, tetapi sayang kita tidak dapat berjuang sampai dengan finish” kata Rifat.

Pada akhirnya, pereli Amerika, Ken Block berhasil menjadi juara di Ojibwe Forests Rally. Ken Block bersama dengan navigator Alessandro Gelsomino, menyelesaikan 15 Special Stage dengan catatan waktu 2 jam 14 menit 57,9 detik, dan hal ini membuat dirinya tetap berpeluang untuk menjadi Juara Umum Rally America tahun 2013, apabila Block dapat kembali menjadi juara di seri terakhir nanti. Di urutan kedua, ditempati oleh David Higgins, 2 jam 20 menit dan 31,1 detik, sedangkan urutan ketiga ditempati oleh pereli Australia Brendan Reeves dengan catatan waktu 2 jam 33 menit dan 6 detik.

Rifat Sungkar bersama dengan Fastron WorldRally Team, yang juga didukung oleh DC,Tag Heuer dan Bullock Tools akan kembali bertanding di seri ke 7 sekaligus seri terakhir Rally America, yaitu Lake Superior Performance Rally, pada tanggal18-19 Oktober 2013.TOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR