JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Forki Jadikan Popnas Sebagai Basis Pembibitan Karate
Sepuluh tahun lamanya Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB.Forki) memperjuangkan cabang karate dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Oleh karenanya PB.Forki menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang telah memasukkan karate di pesta olahraga antara pelajar se Indonesia itu.
Menurut Ketua Umum PB.Forki,Hendardji Soepandji, Popnas sangat strategis untuk memperkuat basis pembinaan karena ini merupakan pondasi pembibitan.
‘’Forki akan menjadikan Popnas ini sebagai basis pembibitan dengan harapan memperkecil kesenjangan prestasi antara karateka lapisan atas dengan yang di bawahnya,’’kata pensiunan Jenderal Bintang Dua itu saat membuka secara resmi pertandingan cabang karate Popnas 2013 di GOR Ciracas Jakarta Timur,Jumat, (13/9) pagi.
Hendardji yang pernah menjabat Wakil Ketua Umum I KONI itu meminta kepada Menpora agar Popnas digelar setahun sekali dan bukan dua tahun seperti sekarang ini.
Lebih jauh mantan Danpuspom TNI itu mengatakan, cabang karate telah membuktikan mampu berprestasi di tingkat dunia. Dua kali meraih medali emas Asian Games (1998, 2002) dan di SEA Games selalu mendapat medali emas.
Menanggapi absennya lima daerah yakni Maluku Utara,Papua, Papua Barat, Babel dan Sultra, Hendardji akan akan menanyakan secara langsung kepada mereka.  Adalah kerugian besar bagi  daerah yang tidak mengirim atlet karatenya di Popnasn sekali, akan memacu daerah-daerah untuk melakukan pembinaan.
Dalam kesempatan itu Hendardji juga menghimbau kepada petugas pertandingan, wasit dan juri agar memimpin pertandingan seadil-adilnya. Jangan hanya karena atlet itu satu daerah dengan wasit atau juri lalu dimenangkan.
‘’Kepentingan nasional jangan sampai dikalahkan oleh kepentingan daerah. Jika itu terjadi maka jangan mimpi karate bisa mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di forum dunia,’’papar Hendardji. TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR