JAKARTA-(Tribunolahraga.com)

Duel dua raksasa sepak bola Italia bermerk Derby d’Italia edisi ke-215 menyeret Inter Milan dan Juventus untuk menggenapi kutuk dari setiap laga bola bahwa kemenangan diraih dari kerja bersama-sama atau kolektivitas, bukan justru ramai-ramai berkumpul sekedar berkumpul.

Rivalitas abadi begitu melekat dalam Derby d’Italia. Inter Milan bersua dengan Juventus di Stadion Giuseppe Meazza, Milan pada Sabtu, pukul 23.00 WIB. Pertandingan ini akan disiarkan oleh stasiun televisi nasional.

Juventus tampil bohay di kompetisi Serie A musim lalu. Mereka menyabet mahkota sepak bola Italia itu dengan mengoleksi 87 poin.

Sementara Inter finis di posisi kurang menggembirakan musim lalu, kini terus bersolek agar tampil makin yahud.

Apakah memang Inter benar-benar telah pulih untuk mengimbangi Juventus? Baik Inter maupun Juventus sama-sama tampil garang.

Nerazzurri menang 3-0 melawan Catania, sesudah itu mampu mengaramkan Genoa dengan 2-0. Sementara, Juventus mengawali musim ini dengan langkah membesarkan hati setelah menundukkan Lazio 4-0 di ajang Super Copa Italiana.

Sejumlah pengamat bola menuturkan bahwa Inter tidak cukup punya lini depan yang lapar kemenangan, meskipun mereka punya pelatih jempolan dalam diri Walter Mazzari, bahkan Juventus disebut-sebut sebagai kandidat kuat meraih scudetto musim ini.

Mazzari ditimbun oggokan pekerjaan rumah memperbaiki Inter, utamanya memulihkan kepercayaan diri para pemainnya.

Pemain Brasil Jonanthan bersama Ricky Alvarez siap bahu membahu di lini depan. Keduanya bakal disokong oleh pergerakan Yuto Nagatomo yang siap dihadang oleh pemain Juventus Lichtseiner.

Juventus bertumpu kepada Carlos Tevez yang diplot sebagai striker. Pemain Argentina ini telah menjaringkan tiga gol.

Inter tidak diperkuat oleh Cristian Chivu dan Javier Zanetti karena keduanya mengalami cedera. Di kubu Juventus, Claudio Marchisio dan Martín Cáceres besar kemungkinan tidak diturunkan, bersama dengan Simone Pepe.

Gelandang Juventus, Claudio Marchisio menyatakan, “Inter senantiasa menemui kesulitan ketika menghadapi kami. Mereka memang mengalahkan kami tahun lalu dan mereka punya pelatih anyar. Mereka mampu tampil baik dan memainkan gaya sepak bola memikat.”

“Bagi kami, mengalahkan tim kuat seperti Inter memerlukan kepercayaan diri penuh. Dan kami punya kepercayaan diri sebagai tim,” katanya menegaskan.

Pelatih Juventus, Antonio Conte sedikit diusik dengan cedera sejumlah pemain. Marco Vucinic mengalami cedera lutut ketika menjalani laga kualifikasi Piala Dunia. Conte jelas-jelas tidak ingin mengambil resiko dengan menurunkan pemain ini.

Martin Caceres segera menjalani operasi lutut. Full bek asal Uruguay itu absen selama enam pekan. Dan Tevez menjadi tulang punggung. Ia bermitra bersama Fernando Llorente, Sebastian Giovinco atau Fabio Quagliarella.

Prakiraan susunan pemain:

Inter Milan (3-5-1-1):
Samir Handanovič (penjaga gawang); Juan Jesus, Andrea Ranocchia, Hugo Campagnaro; Yuto Nagatomo, Mateo Kovačić, Esteban Cambiasso, Fredy Guarín, Jonathan; Ricky Álvarez; Rodrigo Palacio

Juventus (3-5-2):
Gianluigi Buffon (penjaga gawang); Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli; Kwadwo Asamoah, Paul Pogba, Andrea Pirlo, Arturo Vidal, Stephan Lichtsteiner; Fernando Llorente, Carlos Tévez TOR-03

TINGGALKAN KOMENTAR