GORONTALO SIAP JADI TUAN RUMAH POPNAS XV-2019
Gorontalo dalam peta persaingan olahraga nasional memang belum seberapa dibanding daerah lain terutama dari Jawa.
Namun sejak Gorontalo merebut dua medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 lalu di Riau, prestasi olahraga Provinsi yang sebelumnya bergabung dengan Sulawesi Utara (Sulut) itu mulai memperlihatkan potensi.
Di Popnas 2013 inipun Gorontalo hingga hari keempat perburuan medali, sudah mengumpulkan 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu.
Ketua Kontingen Gorontalo yang juga Kepala Suku Dinas Olahraga & Pemuda Gorontalo, Mud Mada membeberkan keinginan mereka menjadi tuan rumah Popnas XV-2019. seperti dituangkan dalam bentuk tanya jawab di bawah ini.
Apa yang membuat Gorontalo siap menjadi tuan rumah Popnas XV-2019 ?
Kami serius, tidak main-main karena ini menyangkut kehormatan Gorontalo di mata daerah lain. Menjadi tuan rumah Popnas XV-2019 setelah Jateng sudah menjadi komitmen dan ini akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo.
Keinginan kami ini juga bercermin pada keberhasilan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pondok Pesantren Nasional (Porponpesnas) 2013 pada Mei lalu.
Apa target Gorontalo di Popnas 2013 ini ?
Gorontalo mungkin kontingen mini, hanya berkekuatan 67 atlet dan 19 ofisial dan hanya ikut 8 cabang olahraga. Dan kami mematok target 2 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Hingga hari keempat, kami sudah mendapatkan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu dan masih berpeluang untuk menambah medali.
Cabang olahraga apa yang menjadi andalan Gorontalo di Popnas ini ?
Atletik, sepaktakraw, pencak silat dan karate. Atletik sudah merebut 1 emas melalui atlet lompat jauh putra, Ronald Dicky. 1 perak lewat tim sepaktakraw dan 1 perunggu atas nama karateka putri Nur Safira Imran Djabir.
Apa pendapat Anda tentang Popnas ?
Jujur saja, di Popnas  inilah kita semua ingin melahirkan atlet berkualitas dan berkarakter. Dari Popnas ini, prestasi awal akan terlihat sekaligus membentuk karakter anak-anak. Sejak usia dini mereka diajari bagaimana merasakan juara, juga harus pandai menerima kekalahan. Intinya, kejujuran harus ditanamkan sejak usia dini.
Ada komentar soal pelaksanaan Popnas 2013 ini ?
Dari sisi penyelenggaraan memang sudah bagus, pencapaian prestasi atlet pun cukup bagus. Memang belum sempurna, karena masih ada nilai-nilai kejujuran yang belum ditegakkan secara baik. Misalnya keabsahan peserta, kami masih mencium adanya kejanggalan. Ada atlet yang sudah tamat masih dipaksakan ikut di Popnas kali ini. Nah ke depan ini tentu harus dilenyapkan karena hanya akan merusak pembinaan olahraga prestasi secara keseluruhan.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR