SERANG-(TribunOlahraga.com)

Meski balapan masih menyisakan satu seri lagi yakni seri kelima di Jakarta Desember mendatang, dua pembalap Surya ‘Uya Kuya’ (Kelas 2 Matic 130 cc STD Pemula) dan Pieka (Kelas khusus Wanita Matic 115 cc) telah memastikan’ gelar juara umum di kelas masing-masing.

Kepastian gelarjuara umum diperoleh setelah keduanya berhasil menjadi yang tercepat pada balapan seri ke-4 “Pertamina Enduro – Comet – KYT – R9 – BRT The Master of Matic Race Championship 2013” di sirkuit Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang, Banten, Minggu (13/10).

Surya ‘Uya Kuya’ yang mencetak hattrick di tiga seri sebelumnya, mempertegas dominasinya di Kelas 2 Matic 130 cc STD dengan menjuarai balapan seri ke-4 ini .

Dengan menjuarai seri IV itu  total poin yang dikantongi Surya menjadi 100 poin dan sudah tidak mungkin dikejar lagi oleh peringkat kedua M Arief pada klasemen sementara. Demikian juga dengan pembalap wanita asal DKI Jakarta, Pieka yang telah mengemas total poin 95. Posisinya tak mungkin lagi bisa digesr  oleh Inuk Blazer yang menempati peringkat kedua.

Namun promotor dari Trendy Promo Mandira, Helmy Sungkar menyatakan walau pada dua kelas telah diketahui siapa pemenangnya, hal itu tidak akan menyurutkan panasnya atmosfer balapan di seri terakhir (seri kelima).

“Perolehan poin di kelas-kelas lainnya tidak terlalu jauh, ini akan jadi tontonan lebih seru lagi. Karena seri terakhir nanti yang akan menentukan juara umum dan kelas-kelas mana saja yang merupakan kelas dengan peserta terbanyak,” ujar Helmy Sungkar, selaku pimpinan dari Trendy Promo Mandira.

Helmy Sungkar juga menilai, Pertamina Enduro-Comet-KYT-R9-BRT The Master of Matic Race Championship 2013 Seri 4 yang digelar di sirkuit Maulana Yusuf.ini menghadirkan karakteristik yangberbeda dari seri-seri sebelumnya.

Sirkuit dadakan di seputaran stadion Maulana Yusuf ini memiliki  beberapa titik lintasan yang sempit. Jika pada seri sebelumnya yang diadakan di Arena Sport Center, Indramayu memiliki lintasan yang cukup lebar. Kali ini tantangan bagi para pembalap matic ini untuk mengadu kemampuan di dalam lintasan yang tidak terlalu lebar.

Ajang balap motor tanpa gigi kali ini memang dihiasi oleh banyak kecelakaan. Apa lagi di salah satu tikungan yang memiliki sudut yang kecil dan juga lebar lintasan yang terbilang sangat sempit. Namanya juga balap, mau lintasannya seperti apapun, pembalap harus mampu melahap setiap tikungan dengan kecepatan maksimal.

Meski begitu, tidak ada cidera berarti bagi para pembalap yang mengalami kecelakaan. Selain itu, Trendypromo Mandira selaku penyelenggara juga telah dilengkapi tim medis yang profesional.

Dengan tingkat kesulitan yang berbeda, seri kali ini justru memiliki cerita tersendiri dan juga menyuguhkan aksi-aksi yang memacu adrenalin para penontonTOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR