JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Jo-Wilfried Tsonga masih belum terkalahkan dalam turnamen Austria Terbuka, ketika unggulan utama itu membukukan kemenangan 7-5, 1-6, 6-3 atas lawannya dari Jerman Daniel Brands dan maju ke putaran perempat final, Kamis.

“Sebegitu jauh, saya belum terkalahkan di sini,” kata Tsonga setengah bercanda, yang memenangi gelar pada penampilan pertamanya pada 2011.

Petenis Prancis itu menurun permaiannya pada set kedua sedangkan Brands — pemenang atas Roger Federer dalam laga di lapangan tanah liat di Gstaad, Juli — berjuang keras menyamakan kedudukan ketika menang pada set kedua.

Tapi Tsonga, yang sedang fokus pada turnamen akhir Tur Dunia ATP di London bulan depan, dengan cepat kembali menaikkan irama permainan dan memenangi laga itu dalam 93 menit setelah membuat tujuh “ace” dan mematikan servis lawannya dua kali.

“Saya mengawali permainan dengan berat,” diakui Tsonga, yang mengalami cedera kaki pada musim panas lalu.

“Permainan kami tidak mudah secara fisik dan Brands bermain amat kuat. Tapi saya berhasil mengalahkannya pada set penentu. Saya gembira,” katanya.

Mantan juara Tommy Haas mengalahkan petenis kualifikasi Miloslav Mecir Jr 7-5, 7-6 (10/8) dan maju ke babak perempat final.

Pemain berusia 25 tahun dari Slovakia itu adalah petenis kualifikasi dan putra mantan petenis nomor empat dunia Miloslav

Mecir, juara Olimpiade 1988 yang juga maju ke putaran final AS Terbuka 1986 dan Australia Terbuka 1989.

Unggulan kedua Haas (35) bermain di Vienna untuk ke-11 kalinya dan bermain gelar juara pada 2001 dan memiliki catatan 12-9 di Stadthalle.

Tapi kemenangan itu, kurang dari dua jam, bukan merupakan permainan mudah bagi Haas, yang mundur minggu lalu di Shanghai sebelum memasuki laga putaran ketiga, karena mengalami nyeri pada punggungnya.

Pemain dari Jerman itu mengamankan satu “set point” pada awal laga sebelum menang 7-5 dalam waktu tiga perempat jam.

Haas butuh pertarungan dekat dan cepat pada laga itu, kendati demikian ia kehilangan dua “match point” serta membuat kesalahan ganda dan keliru saat melancarkan pukulan “forehand”.

Peringkat 240 Mecir, yang kemenangannya pada putaran awal merupakan yang pertama dalam turnamen setingkat ATP, memiliki dua “set point” sebelum Haas menyelesaikan pekerjaannya untuk mendapatkan “match point” ketiga.

Mecir merupakan putra kedua mantan pemain 10 besar dunia yang pernah memenangi laga ATP pada 2013. Pada Juli, hal sama terjadi pada Emilio Gomez, yang ayahnya adalah juara di Roland Garros 1990, Andres Gomez, pada turnamen yang berlangsung di Quito.

Mecir muda itu mengatakan bahwa ia selalu turun lapangan bermain dengan ayahnya.

“Ayah menyebut bahwa saya memiliki permainan halus di lapangan dan memukul dengan mulus seperti gaya ayah saya. Saya memperhitungkan gaya saya tergantung dari siapa yang saya lawan. Saya juga selalu berhasil mendapatkan poin setelah memaksa lawan melakukan kesalahan,” katanya.

Haas menyatakan gembira dapat maju ke putaran berikutnya.

“Saya amat terkesan,” kata pemain Jerman itu ketika mengomentari Mecir.

“Saya sudah pernah mendengar namanya sebelum ini dan melihatnya ada dalam daftar undian. Saya sebelumnya main melawan Karol Kucera ketika ayahnya melatihnya. Mecir memiliki gaya yang bagus seperti ayahnya. Ia bermain amat tangkas,” katanya dikutip AFP.

Petenis unggulan ketiga dari Italia Fabio Fognini memenangi pertandingan atas pemain dari Polandia Lukas Kubot dengan angka 7-5, 6-2 sedangkan Robin Haase mengalahkan unggulan ketujuh Vasek Pospisil 7-6 (7/3), 6-7 (5/7), 6-2.TOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR