PALEMBANG-(TribunOlahraga.com)
Kontingen Inggris tampil sebagai juara umum lomba dayung Musi Triboatton 2013 yang berakhir di Benteng Kuto Besak Palembang, Palembang, Jumat.

Tim Inggris yang sebagian besar diperkuat atlet dayung Pelatda Jawa Barat itu secara total mengumpulkan nilai 85, mengungguli juara bertahan Sumsel 2 (76) dan Sumatera Utara yang juga mengumpulkan nilai 76.

Tuan rumah Sumsel 2 berhak menempati peringkat kedua karena lebih sering tampil sebagai juara etape dibanding Sumut.

Inggris sejak etape kedua selalu memimpin memastikan gelar juara umum setelah menjuarai nomor rafting dan kayak pada etape kelima atau etape terakhir yang berlangsung di dermaga Benteng Kuto Besak, tidak jauh dari Jembatan Ampera.

Etape kelima yang disaksikan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf Esthy Reko Astuti itu seharusnya juga menggelar jenis perahu naga (dragon boat), tapi batal dilangsungkan karena satu dari empat perahu yang ada ternyata bocor dan panitia tidak mempunyai perahu cadangan.

“Setelah rapat dengan seluruh manajer tim, disepakati untuk tidak menggelar nomor perahu tradisional,” kata Eva Rustiningtyas, salah seorang panitia dari Podsi Sumsel.

Meski membawa nama negara Inggris, sebenarnya hanya ada satu orang peserta yang benar-benar warga Inggris, yaitu Nicholas Hendrik yang beristri wanita asal Yogyakarta, Firsta Yunida.

Sementara anggota tim lainnya adalah atlet Pelatda Jabar yang berlatih di Waduk Jatiluhur.

Mengenai pelaksanaan lomba secara keseluruhan, Firsta yang untuk nomor perahu naga bertugas sebagai penabuh drum, menyarankan kepada panitia agar para peserta tidak lagi diinapkan di kapal kayu (mother boat).

“Selama diinapkan di kapal kayu, kami tidak bisa tidur karena kondisinya tidak layak dan banyak nyamuk, padahal kami paginya harus bertanding,” katanya.

Meski demikian, Firsta mengaku tetap bersemangat menempuh perjalana menyusuri sungai Musi sepanjang 500km dalam lima hari.

“Lebih baik seluruh peserta menginap di rumah penduduk yang ada di sepanjang sungai karena peserta asing juga dapat membaur dengan penduduk lokal,” katanya.

Lomba dimulai sejak Senin (18/11) dari Kabupaten Empat Lawang dan berakhir di pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang.

Tim yang masing-masing terdiri atas 15 peserta dan menjelajahi Sungai Musi dan melewati Kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Banyuasin.

Perlombaan dibagi menjadi lima etape, yaitu Etape I: Tanjung Raya-Tebing Tinggi (35km), etape II: Tebing Tinggi-Muara Kelingi (140km), etape III: Muara Kelingi-Sekayu (165km), etape IV: Sekayu-Pengumbuk (108km), dan etape V: Pengumbuk-Palembang (75km).

Meski demikian, perlombaan sebenarnya hanyalah sejauh 250m yang digelar disetiap akhir etape untuk tiga jenis lomba, yaitu rafting, kayak dan perahu tradisional.

Berikut hasil lengkap rafting etape ke-5 dengan jarak 250km:

Rafting:
1. Inggris (02:14,55 detik)
2. Sumsel 2 (02: 15,93)
3. DKI (02: 19,15)
4. Jambi. (02: 21,66)

Kayak 250m:
1. Inggris (02: 18,27 detik)
2. Jambi (02: 19,40)
3. Irlandia (02: 25,36)
4. Sumsel 2 (02: 37,65)

Klasemen umum tiga besar:
1. Inggris (85)
2. Sumsel 2 (76)
3. Sumut (76) TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR