JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Tim pelajar Indonesia mengincar posisi runner-up pada ASEAN School Games (ASG) 2014 di Marikina City, Filipina, 29 November hingga 7 Desember mendatang. Pesta Olahraga Pelajar se-Asean ini diikuti 8 negara mempertandingkan 9 cabang olahraga.

Dalam acara tahunan yang sudah digelar enam kali ini, ASEAN School Games 2014 ini Indonesia akan mengikuti 8 cabang, yaitu atletik, renang, bulu tangkis, sepak takraw, golf, senam, bola basket, bola voli, tenis lapangan, tenis meja, dan wushu.

Dengan kekuatan 186 atlet, Indonesia berharap dapat memperbaiki peringkat dari urutan 4 saat ASEAN School Games dilangsungkan di Vietnam pada 2013. “Tahun ini diharapkan kita dapat menempatkan posisi di urutan 2 atau 3,” kata Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto saat melepas tim di Wisma Karsa Pemuda, Kemenpora, Senayan, Kamis (27/11).

Acara pelepasan rombongan ini dihadiri oleh Seskemenpora Alfitra Salamm, Djoko Pekik, Ketua Satlak Prima Suwarno, Sekjen KONI Pusat Hamidi, dan chef de mission (CDM) Washinton yang juga Asdep Pembibitan Olahragawan Kemenpora.

Dalam sambutannya, Djoko Pekik meminta para atlet berjuang untuk membawa nama baik bangsa dan negara di Filipina. Meski begitu, ia menegaskan, karena yang bertanding kali ini adalah para pelajar di bawah 18 tahun, pihaknya terikat dengan peraturan dari ASEAN School Sport Council (ASSC) yang melarang pemberian bonus dalam bentuk uang.

“Bonus tetap ada, tetapi bentuknya akan diberikan dalam bentuk uang pembinaan buat klub atau lainnya,” kata Djoko Pekik.

Semangat tidak mengejar bonus inilah yang juga diharapkan oleh Djoko Pekik setiap kali atlet muda bertanding baik di event luar negeri dan dalam negeri.

ASG 2014 ini memang hanya boleh diikuti oleh para atlet remaja yang masih bersatus pelajar dan berusia di bawah 18 tahun. “Cobalah kalian berjuang dengan sebaik mungkin mengangkat nama negaramu, seperti yang dilakukan juga oleh para senior-senior kamu.”

Menurut Ketua Satlak Prima Suwarno, pembentukan kontingen kali ini mengambil dari beberapa sumber pembinaan atlet, yaitu Satlak Prima, PPLP, sekolah olahraga, serta dari klub-klub olahraga.
“Kita boleh merasa bangga, karena sistem pembinaan olahraga kita sudah berjalan,” kata Suwarno. “Buat para atlet-atlet muda yang juga pelajar, persiapkan diri kalian untuk menggantikan generasi di atas kalian di ajang lebih besar seperti SEA Games hingga olimpiade.”, demikian Suwarno yang juga Wakil Ketua Umum KONI itu. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR