Ketua Umum PB.PSTI Anjas Rivai, (Foto/Ejan Mahmud)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Sebagai cabang olahraga asli Indonesia, kita tidak perlu merasa minder menjadi atlet sepak takraw. Semestinya ada rasa kebanggaan pada kita untuk menjadi atlet sepak takraw. Oleh karenanya Pengurus Besar Sepak Takraw Indonesia (PB.PSTI tak pernah berhenti membina dan mengembangkan sepak takraw secara nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PB.PSTI Anjas Rivai dalam sambutannya ketika menghadiri pembukaan Kejurnas Sepak Takraw Yunior 2015 yang berlangsung Selasa, (15/12) di GOR Cempaka Putih Jakarta Pusat.

Dengan semakin berkembangnya sepak takraw ke seluruh pelosok tanah air, Anjas yakin, prestasi tim sepak takraw Indonesia akan mencapai level tertinggi bukan saja di Asean juga Asia bahkan dunia.

”Saya menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada pemerintah dala hal ini Kemenpora yang terus menerus memberikan dukungan kepada PSTI dalam pengembangan olahraga sepak takraw di Indonesia termasuk penyelenggaraaan Kejurnas Yunior,”tambah Bendahara KOI itu.

Menurut dia, Kejurnas Yunior 2015 digelar untuk menjaring atlet-atlet muda potensial sepak takraw. Sehingga kedepannya para atlet yunior itu bisa dibina dan menjadi atlet potensial yang bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional seperti SEA Games dan ASIAN GAMES.

PB PSTI seperti dikatakan Anjas Rivai, kini lebih fokus menyiapkan pembinaan berjenjang demi menciptakan atlet berkualitas yang dipersiapkan untuk Asian Games (AG) 2018 mendatang.Langkah ini dilakukan demi mewujudkan target yang diembang PB PSTI oleh pemerintah saat perhelatan AG 2018, dengan 1 medali emas.

“Kami tentunya ingin pada perhelatan AG 2018, salah satu cabor yang mampu mempersembahkan emas berasal dari sepaktakraw. Dan semua itu harus dimulai dengan pembinaan yang menyeluruh,” kata Deputi IV Kemenpora, Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Djoko Pekik saat membuka Kejurnas Sepaktakraw Yunior tersebut.

Djoko menilai pembinaan berjenjang menjadi poin utama dalam meraih prestasi dimasa datang, terlebih lagi pada SEA Games 2017 nanti, sepaktakraw juga diharapkan mampu mempersembahkan medali emas.

“SEA Games 2015, sepaktakraw menjadi cabor penyumbang medali perunggu, tentunya dengan persiapan yang lebih baik kedepan, maka pada SEA Games 2017 bisa memperbaiki perolehan medali dengan mempersembahkan medali emas,” harap Djoko.

Salah satu buktinya nyata keseriusan PB PSTI adalah dengan menyelenggarakan Kejurnas Sepaktakraw Junior 2015 di Gelanggang Remaja Cempaka Putih 14-19 Desember mendatang, yang diikuti sekitar 30 tim dari 18 provinsi. Selain itu PB PSTI juga menyelenggarakan pelatihan nasional bagi para pelatih.

“Kita akan membawa sepak takraw ini setara dengan olahraga lainnya. Mudah-mudahan menjadi tunas, atlet-atlet handal bangsa ini kedepannya. Semoga kami mampu meraih kebanggaan demi merah putih kedepannya,” kata Anjas Rivai.

“Kami siap menggelar event-enet lebih besar. Mudah-mudahan tidak ada hal yang menjadi kendala berarti. Kita harus berprestasi dan membuktikannya. Dan kita akan meraih emas di ASIAN Games nanti,” tambahnya.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR