Ketua Umum PP.Persambi, Jazilul Fawaid yang didampingi Ketua Harian PP.Persambi Krishna Bhayu tengah diwawancarai awak media sebelum pembukaan Kejurnas Sambo Piala Menpora 1 2016 di GOR Lokasari Jakarta Barat. (Foto/Joko Hambardien)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Meski baru berkembang di Indonesia, cabang olahraga beladiri Sambo memberanikan diri mengincar dua medali emas pada ajang Asian Games 2018. Oleh karenanya, Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP.Persambi) sebagai induk organisasi olahraga beladiri perpaduan antara judo dan gulat  ini segera berbenah diri termasuk menggelar Kejurnas Sambo Piala Menpora 1 2016 yang berlangsung 29-30 Oktober ini di GOR Lokasari Jakarta Barat.

Menurut Ketua Harian PP.Persambi, Krishna Bhayu, Kejurnas Sambo Piala Menpora 1 2016 ini sebagai titik awal menuju persiapan Asian Games 2018. Sebagai tuan rumah, peluang Sambo untuk mendapatkan minimal dua medali emas di pesta olahraga terbesar di Asia itu sangat besar.

”Kami bukan takabur tetapi selalu melihat potensi dan peta kekuatan yang ada. Meski baru berkembang di Indonesia, tingkat kemampuan atlet Sambo kita tak kalah dari atlet negara lain. Pada kejuaraan tingkat internasional di Korsel beberapa waktu lalu, atlet Sambo Indonesia mampu merebut 1 medali emas. Ini luar biasa padahal Sambo di Indonesia belum begitu dikenal,”kata mantan judoka nomor satu Indonesia itu.

Dalam kesempatan itu Bhayu juga menjelaskan bahwa Persambi akan mengirim atletnya ke kejuaraan dunia yang berlangsung 10-14 November mendatang di Bulgaria. Even ini juga menjadi ajang penting bagi atlet Sambo Indonesia menuju Asian Games 2018.

Masih berkaitan dengan persiapan menuju Asian Games 2018, lanjut Bhayu, Persambi pada tahun 2017 ini akan menggelar 5 kali kejurnas di 5 daerah diantaranya adalah Jakarta, Lampung, Bali dan Kaltim.

Ia berharap dengan semakin banyak even nasional, perkembangan Sambo di Indonesia akan semakin membaik.”Kini kami memiliki 17 Pengprov dan berharap sebelum Asian Games 2018 sudah mencakup ke seluruh Provinsi di Indonesia yang jumlahnya 34.

=Kompetisi Daerah=

Sementara itu Ketua Umum PP.Persambi, Jazilul Fawaid menegaskan untuk membuat Sambo makin dikenal di masyarakat, pihaknya akan memberdayakan semua daerah dengan memperbanyak kompetisi di tingkat daerah.

Salah satu kompetisi yang akan digalakkan di daerah, tambah Jazilul adalah kompetisi antar sekolah mulai dari SMP hingga SMA. ”Karena kami melihat potensi tersebar di tingkat sekolah dan kami akan melakukan kerjasama dengan pihak Diknas di masing-masing Provinsi,”papar politisi dari PKB yang juga anggota Komisi III DPR RI itu.

Ketua Umum PP.Persambi, Jazilul Fawaid tengah memukul gong pertanda Kejurnas Sambo Piala Menpora 1 2016 resmi dimulai. Disaksikan Ketua Satlak PRIMA, Ahmad Sucipto dan Ketua Harian PP.Persambi Krishna Bhayu. (Foto/Joko Hambardien)

Sementara di kota-kota besar, Persambi seperti dikatakan Jazilul akan mencoba masuk ke mal-mal dan tempat-tempat keramaian lainnya guna memperkenalkan olahraga sambo ini. Dengan berbagai terobosan seperti itu, ia berharap populasi atlet Sambo di Indonesia akan semakin banyak.

Menjawab pertanyaan soal upaya Persambi masuk jadi anggota KONI, Jazilul mengatakan, upaya ke arah sana sudah dilakukan. Namun sekarang ini, Persambi sedang melakukan konslidasi internal dan akan dimatangkan dalam Rakernas tahun depan.

Kejurnas Sambo Piala Menpora 1 2016 diikuti 165 atlet dari 17 Provinsi mempertandingkan 15 nomor dengan rincian 5 nomor combat putra, 5 nomor combat putri dan 5 nomor sport sambo.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR