JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Meski berada di grup ringan pada babak penyisihan kejuaraan dunia junior “Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship Piala Suhandinata 2017” di GOR Among Rogo, Yogjakarta, 9-14 Oktober, tim Indonesia tak boleh remehkan lawan.

Sekjen PB.PBSI, Ahmad Budhiarto dalam jumpa pers resmi Bli-bli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship 2017 di Kempinski Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis, (27/9) mengatakan, tim Indonesia harus tetap waspada.

”Ingat, tingkat persaingan di kejuaraan tahun ini lebih ketat. Hal itu bisa dilihat dari jumlah peserta yang mencapai 488 pemain dan 64 negara. Ini membuktikan banyak negara memanfaatkan even yang muaranya para calon juara dunia masa depan itu,”kata Budhiarto.
Berdasarkan hasil pengundian yang dilakukan BWF di sela-sela jumpa pers itu, tim Indonesia berada di Grup H1 bersama dengan Mongolia dan Brazil.
Hasil gambar untuk foto undian piala suhandinata 2017Pasukan muda Merah Putih, untuk lolos ke babak delapan besar terlebih dahulu harus berhadapan dengan juara Grup H2 yang saat ini dihuni oleh Finlandia, Spanyol dan El Salvador.

Hasil drawing yang membawa Indonesia (unggulan kedua) terhindar dari juara bertahan China yang saat ini menempati unggulan kesembilan ini, ditanggapi dengan serius oleh Wakil Ketua Umum PP PBSI Alex Tirta yang juga terlibat langsung dalam drawing yang dipandu oleh perwakilan BWF itu.

Menurut Alex, jika dilihat dari hasil drawing, PBSI tetap mengingatkan para pemain tidak menyepelekan calon lawan. Untuk turun di kejuaraan dunia ini, kami telah menyiapkan tim terbaik. Target juara tentu kita lakukan. Untuk itu, siapapun lawan yang harus dihadapi kita harus siap,” kata Alex Tirta usai drawing.

Menurut dia, berdasarkan hasil drawing peluang Indonesia untuk lolos ke babak delapan besar memang cukup terbuka. Namun, pihaknya meminta kepada pemain yang bakal diturunkan untuk tetap menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Sudah saatnya Indonesia bisa meraih hasil terbaik di kejuaraan ini,” papar Alex Tirta yang juga diamini Ahmad Budhiarto .

Kejuaraan dunia junior yang memperebutkan Piala Suhandinata diikuti 42 negara yang terbagi delapan grup. Namun, ada lima grup yang harus dipecah, termasuk Indonesia yang berada di Grup H1. Sedangkan tiga grup lainnya masing-masing beranggotakan lima tim langsung bersaing untuk menjadi juara grup.

“Yang lolos ke babak delapan besar hanya juara grup saja. Untuk tim yang dibagi dua, nantinya masing-masing juara akan diadu untuk menentukan satu tim yang lolos,” papar salah satu panitia kejuaraan, Yuni Kartika menambahkan.

Jika Indonesia berada di grup yang nisbi ringan, kondisi berbeda harus dihadapi juara bertahan China karena harus bersaing dengan tim-tim yang memiliki pemain junior yang cukup bagus. China berada di Grup G1 bersama dengan Taiwan, Denmark, Aljazair dan Hong Kong.

“Grup G ini bisa dikatakan grup paling berat,” ujar Yuni Kartika, menegaskan.

Berikut pembagian grup kejuaraan dunia junior yang memperebutkan Piala Suhandinata.TOR-08


Grup A

A1 : Korea Selatan, Sri Lanka, Kanada

A2 : Rusia, Jerman, Nepal

Grup B

B1 : Prancis, Bulgaria, Skotlandia

B2 : Singapura, Afrika Selatan, Ghana

Grup C

C1 : Malaysia, Selandia Baru, Armenia

C2 : Polandia, Mesir, Norwegia

Grup D

D1 : India, Swedia, Australia, Hungaria, Amerika Serikat

Grup E

E1 : Jepang, Inggris, Makau, Latvia, Georgia

Grup F

F1 : Thailand, Belanda, Filipina

F2 : Chechnya, Slovakia, Belgia

Grup G

G1 : Taiwan, China, Denmark, Aljazair, Hong Kong

Grup H

H1 : Indonesia, Mongolia, Brazil

H2 : Finlandia, Spanyol, El Salvador.

TINGGALKAN KOMENTAR